KURIKULUM KTSP

SMP SINGAJAYA

KURIKULUM SMPN 1 SINGAJAYA TAHUN 2009

BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar belakang

Berdirinya SMP Negeri Singajaya pada mulanya merupakan pengembangan kelas jauh dari SMP Negeri 1 Cikajang Kabupaten Garut. Pada tahun 1965 berdasarkan prakarsa dari tokoh masyarakat Singajaya maka di Kecamatan Singajaya didirikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tetapi statusnya masih kelas jauh dari SMP Negeri 1 Cikajang dengan Nomor SK 1965 – SK No. 2812/A-93/65, namun mulai beroperasi menyelenggarakan Proses Belajar Mengajar (PBM) secara mandiri pada tahun 1967. Pada tahun 1980 dengan nomor SK 1980 – SK No. 0207/0/1980 SMP Singajaya secara definitif menjadi sekolah negeri dengan nama SMP Negeri 1 Singajaya.Selengkapnya baca di sini…
Secara geografis SMP Negeri 1 Singajaya terletak di Ibu kota Kecamatan Singajaya ± 65kilometer selatan kota Kabupaten Garut. Ditinjau dari keadaan geografis berada di daerah pegunungan dan perkampungan tepatnya di Kampung Nyangkewok Desa Singajaya Kecamatan Singajaya ± 2 km dari Kantor Kecamatan Singajaya ke arah tenggara. Saat ini akses jalan yang menuju sekolah dalam kondisi rusak berat, bergelombang dan banyak batu pasir yang berserakan, sehingga mengganggu kenyamanan pengendara kendaraan.  Status sosial ekonomi siswa pada umumnya berasal dari keluarga yang tidak mampu dengan karakter tradisional semi modern. Tradisional disini dimaksudkan masih banyak orang tua siswa yang memegang teguh adat istiadat yang diwariskan oleh nenek moyang (karuhun), namun dilain pihak seiring majunya laju perkembangan teknologi informasi dan komunikasi tidak sedikit orang tua siswa yang telah menanamkan iklim kehidupan keluarganya dengan nuansa modern. Secara keseluruhan dukungan dari masyarakat setempat terhadap pelaksanaan Proses Belajar Mengajar (PBM) masing dirasakan sangat kurang, hal tersebut ditandai dengan adanya fasilitas sekolah yang hilang atau dirusak, kejadian tersebut diperparah karena lingkungan sekolah belum dibenteng/dipagar sehingga tidak ada batas yang jelas antara lingkungan sekolah dengan lingkungan tempat tinggal masyarakat sekitar.

Dari segi raw-input siswa SMP Negeri 1 Singajaya tergolong rendah bahkan sangat rendah, mengingat Program Wajar Dikdas 9 Tahun yang mewajibkan seluruh lulusan Sekolah Dasar (SD) harus melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) sehingga dalam mekanisme PSB tidak mungkin menggunakan sistem passing grade. Kondisi real seperti ini tentu saja menjadi tantangan utama untuk tenaga pengajar, mengingat karakteristik siswa yang sangat beragam dengan kecenderungan banyaknya siswa yang masih kurang dalam pemahaman Calistung (Membaca, Menulis dan Berhitung) yang merupakan fondasi utama bagi pemahaman belajar dengan materi yang lebih tinggi. Demikian pula kendala utama yang dirasakan cukup signifikan yaitu menyangkut jarak tempuh dan keterbatasan alat transportasi, mengingat hampir 75% siswa yang mengikuti pembelajaran di SMPN 1 Singajaya, jarak tempat tinggal siswa  ke sekolah rata-rata lebih dari 5 km.

Menyikapi kondisi di atas, pihak sekolah perlu untuk mengakomodasi karakteristik setiap siswa dengan mengembangkan kurikulum khusus yang  berorientasi pada pengerahan dan pengembangan potensi yang dimiliki setiap siswa SMP Negeri 1 Singajaya. Memasuki tahun 2006, pemerintah memberlakukan satu sistem Kurikulum yang dikembangkan dengan orientasi pada pengembangan sekolah secara otonomi. Otonomi disini diartikan sekolah diberi kewenangan untuk mengelola mengkordinasi dan menerapkan sekaligus membuat kurikulum yang sesuai dengan kondisi objektif di lingkungan sekolah masing-masing. Kurikulum yang dimaksud yaitu KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan).

Panduan pengembangan kurikulum SMPN 1 Singajaya tahun 2009 disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk : (a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, (b) belajar untuk memahami dan menghayati, (c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif, (d) belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain, dan (e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Komponen utama Kurikulum SMPN 1 Singajaya tahun 2009 terdiri dari : (a) Pendahuluan, (b) Struktur, Muatan Kurikulum dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), (c) kalender Pendidikan, (d) Analisis dan Profil Sekolah, (e) Lampiran-Lampiram (Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), KKM, Program Pengembangan Diri dan SK Tim Penyusun.

Berdasarkan ketentuan di atas, SMP Negeri 1 Singajaya mengembangkan Kurikulum dengan mempertimbangkan keadaan, potensi dan kebutuhan daerah, serta kondisi siswa yang akan dijadikan pedoman dan panduan pengembangan kurikulum dan penyelenggaraan pendidikan SMP Negeri 1 Singajaya Tahun Pelajaran 2009/2010. Hal tersebut dapat dicapai dengan adanya kerjasama dan komitmen yang baik semua warga sekolah.

B.  Landasan Hukum

Landasan hukum penyusunan KTSP SMP Negeri 1 Singajaya adalah :

  1. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Pasal 36 sampai Pasal 38;
  2. Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang SNP Pasal 5 sampai Pasal 18,  dan Pasal 25 sampai Pasal 27;
  3. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk satuan  pendidikan dasar dan menengah;
  4. Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang SKL untuk satuan pendidikan dasar dan menengah.
  5. Rencana Kerja (Renja) Depdiknas Tahun 2009.
  6. Peraturan Bupati Garut, Struktur Organisasi dan Tata Kerja Kabupaten Garut
  7. Renstra Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat Garut tahun 2009.
  8. Program Kerja dan Pengembangan Sekolah serta Kalender Pendidikan SMPN 1 Singajaya tahun 2009.

C. Tujuan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama

Tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

D. Visi, Misi dan Tujuan Sekolah

1.  Visi Sekolah

SMP Negeri 1 Singajaya memilih visi ini untuk tujuan jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek. Visi ini menjiwai warga sekolah kami, untuk selalu mewujudkannya setiap saat dan berkelanjutan dalam mencapai tujuan sekolah.

Visi SMPN 1 Singajaya, yaitu : “ MEWUJUDKAN SEKOLAH YANG BERBASIS RELIGI, LINGKUNGAN DAN PRESTASI PADA TAHUN 2015. Visi tersebut mencerminkan profil dan cita-cita sekolah yang: a) Berorientasi ke depan dengan memperhatikan potensi yang ada, b) Sesuai dengan norma dan harapan masyarakat, c) Ingin mencapai keunggulan, d) Mendorong semangat dan komitmen seluruh warga sekolah, e) Mendorong adanya perubahan yang lebih baik, f) Mengarahkan langkah-langkah strategis sekolah.

Indikator dari VISI tersebut adalah :

1)        Terwujudnya iklim suasana yang berbudaya islami bagi seluruh warga sekolah.

2)        Terwujudnya  sistem manajemen lingkungan hijau (Green School)

3)        Terciptanya  lingkungan belajar yang kondusif.

4)        Terciptanya  Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang unggul

5)        Terwujudnya Pembelajaran dan bimbingan secara efektif

6) Meningkatnya pengembangan kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

7)        Terwujudnya  Inovasi Pembelajaran

8)        Terwujudnya peningkatan kualitas lulusan dalam bidang akademik maupun non akademik dengan dilandasi Imtaq

2.  Misi Sekolah

Untuk mencapai visi tersebut, perlu dilakukan suatu misi yang merupakan kegiatan jangka panjang dengan arah yang jelas.Berikut ini misi yang dirumuskan berdasarkan visi di atas.

1). Mewujudkan iklim suasana yang berbudaya islami bagi seluruh warga

sekolah

  1. Semua siswa perempuan menggunakan seragam dengan berjilbab
  2. Di lingkungan sekolah semua warga harus mengucapkan salam apabila bertemu
  3. Melaksanakan kegiatan keagamaan yang diprogramkan secara terencana, terarah, teratur dan berkesinambungan yang  pelaksanaanya dapat berkolaborasi dengan pesantren atau lembaga keagamaan terdekat
  4. Melaksanakan pengembangan kegiatan bidang Imtaq (pembimbingan kerohanian di sekolah)

2)  Mewujudkan sistem Manajemen Lingkungan Hijau (Green School)

  1. Tersedianya taman akademis / apotek hidup di lingkungan sekolah yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber belajar
  2. Penataan lingkungan melalui penanaman pohon yang rindang
  3. Pembentengan/pemagaran lingkungan sekolah

3)  Terciptanya lingkungan belajar yang kondusif

  1. Membiasakan tepat datang, tepat masuk, tepat istirahat dan tepat pulang untuk semua warga sekolah
  2. Penataan dan pemenuhan sarana prasarana yang dibutuhkan untuk menunjang KBM

4) Mengoptimalkan Pemberdayagunaan kompetensi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan

  1. Melaksanakan pelatihan guru mata pelajaran
  2. Melatih kompetensi guru melalui kegiatan MGMP dan KKG
  3. Melatih guru dalam pembelajaran ICT
  4. Melatih TU dalam penguasaan ICT

5) Melaksanakan Pembelajaran dan bimbingan secara efektif agar siswa dapat berkembang   lebih optimal

  1. Melaksanakan pengembangan metode pembelajaran (proses) di sekolah
  2. Melaksanakan pengembangan strategi pembelajaran

6)  Mengembangkan dan Mengoptimalkan Pengembangan Kurikulum

  1. Melaksanakan pengembangan KTSP
  2. Melaksanakan pengembangan perangkat pembelajaran dan silabus dan RPP
  3. Melaksankan pengembangan sistem penilaian
  4. Melaksanakan pengembangan kurikulum muatan lokal

7)  Melaksanakan pengembangan inovasi dalam pembelajaran

  1. Mengadakan pelatihan Penelitian Tindakan Kelas (PTK/PTBK) bagi guru
  2. Membuat model pembelajaran (metode, pendekatan, strategi dsb)
  3. Menciptakan media pembelajaran
  4. Memanfaatkan srana/.media pembelajaran yang tersedia

8)  Melaksanakan pengembangan kegiatan Akademik dan non akademik

  1. Melaksanakan remedial terhadap mata pelajaran sesuai dengan program dan perangkat pembelajaran yang telah dilaksanakan
  1. Melaksanakan pengayaan bagi mata pelajaran yang di UN kan
  2. Melaksanakan pengembangan kegiatan bidang wiyata mandala.
  3. Melaksanakan pengembangan kegiatan bidang kesehatan sekolah
  4. Melaksanakan pengembangan kegiatan bidang kesenian dan keterampilan
  5. Melaksanakan pengembangan kegiatan bidang olah raga
  6. Melaksanakan pengembangan kegiatan bidang pramuka

3.  Tujuan Sekolah

Pada tahun pelajaran 2015/2016 (5 tahun yang akan datang), tujuan yang akan dicapai  sekolah antara lain :

  1. Semua guru, TU, karyawan dan siswa telah membiasakan perilaku budaya islami dalam berinteraksi di lingkungan sekolah
  2. Menjadikan kegiatan IMTAQ  sebagai kegiatan yang dapat menjadi contoh di tingkat kecamatan
  3. 3. Menjadikankan sekolah yang bersih, indah, nyaman dan sehat sesuai dengan sistem manajemen lingkungan hijau (Green School)
  4. Sekolah memiliki standar sarana dan prasarana  /fasilitas sekolah meliputi; semua sarana dan prasarana, fasilitas, peralatan, dan perawatan memenuhi SPM
  5. Pengelolaan manajemen sekolah dapat terkoordinir dengan baik sesuai standar pengelolaan manajemen pendidikan
  6. Sekolah dapat mencapai standar pendidik dan tenaga kependidikan meliputi: semua guru berkualifikasi minimal S1, telah mengikuti PTBK, semua mengajar sesuai bidangnya, terampil dalam melakukan PTK dan trampil dalam pembelajaran yang berbasis ICT
  7. Semua guru telah mengembangkan dan memiliki serta melaksanakan perangkat mengajar sesuai dengan kurikulum yang berlaku
  8. Proses pembelajaran dapat  mencapai standar proses pembelajaran dengan strategi  CTL, pendekatan belajar tuntas, pendekatan pembelajaran individual, dll
  9. Semua guru terlatih dalam melakukan inovasi pembelajaran

10.  Kompetensi kelulusan siswa dapat memperoleh  nilai rata-tara Ujian Nasional mencapai 7,50

11.  Sekolah memiliki peserta didik dengan kompetensi yang handal dan dapat bersaing dengan sekolah lain baik secara akademik dan non akademik.

BAB II

STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A.  Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum

Struktur kurikulum SMP Negeri 1 Singajaya tahun 2009 terdiri dari lima kelompok yaitu kelompok mata pelajaran (1) agama dan akhlak mulia; (2) kewarganegaraan dan kepribadian; (3) ilmu pengetahuan dan teknologi; (4) estetika; dan (5) jasmani, olah raga dan kesehatan.

Adapun cakupan masing-masing KMP adalah sebagai berikut :

Tabel 2.1

Struktur dan Muatan Kurikulum

No

Kelompok Mata Pelajaran

Cakupan

1.

Agama dan Akhlak Mulia

Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama.

2.

Kewarganegaraan dan Kepribadian Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia.

Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara, penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggung jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan membayar pajak, dan sikap serta perilaku anti korupsi, kolusi, dan nepotisme.

3.

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SD/MI/SDLB dimaksudkan untuk mengenal, menyikapi, dan mengapresiasi ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menanamkan kebiasaan berpikir dan berperilaku ilmiah yang kritis, kreatif dan mandiri.

Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMP/MTs/SMPLB dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi dasar ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis, kreatif dan mandiri.

Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMA/MA/SMALB dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi lanjut ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis, kreatif dan mandiri.

Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMK/MAK dimaksudkan untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi, membentuk kompetensi, kecakapan, dan kemandirian kerja.

4.

Estetika Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. Kemampuan mengapresiasi dan mengekspresikan keindahan serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi, baik dalam kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup, maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis.

5.

Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan pada SD/MI/SDLB dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta menanamkan sportivitas dan kesadaran hidup sehat.

Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan pada SMP/MTs/SMPLB dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sportivitas dan kesadaran hidup sehat.

Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan pada SMA/MA/SMALB/SMK/MAK dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sikap sportif, disiplin, kerja sama, dan hidup sehat.

Budaya hidup sehat termasuk kesadaran, sikap, dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual ataupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan seperti keterbebasan dari perilaku seksual bebas, kecanduan narkoba, HIV/AIDS, demam berdarah, muntaber, dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah.

Penyusunan struktur kurikulum SMP Negeri 1 Singajaya didasarkan atas standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran yang telah ditetapkan oleh BSNP. Struktur kurikulum tersebut meliputi seluruh substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai kelas VII sampai dengan kelas IX yang ditetapkan sebagai berikut :

  1. Kurikulum SMP Negeri 1 Singajaya memuat 10 mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri.
  2. Substansi mata pelajaran IPA dan IPS merupakan ”IPA Terpadu” dan ”IPS Terpadu”.
  3. Alokasi waktu satu jam pelajaran adalah 40 menit.
  4. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 35 minggu.

Tabel 2.2

Struktur kurikulum SMP Negeri 1 Singajaya

Komponen

Kelas dan Alokasi Waktu
VII VIII IX
A. Mata Pelajaran

1.   Pendidikan Agama

2

2

2

2.   Pendidikan Kewarganegaraan

2

2

2

3.   Bahasa Indonesia

4

4

4

4.   Bahasa Inggris

4

4

4

5.   Matematika

4

4

4

6.   Ilmu Pengetahuan Alam

4

4

4

7.   Ilmu Pengetahuan Sosial

4

4

4

8.   Seni Budaya

2

2

2

9.   Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

2

2

2

10. Keterampilan/Teknologi Informasi dan Komunikasi

2

2

2

B. Muatan Lokal

- Bahasa Sunda

2

2

2

- Tata Boga

2

2

2

- Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH)

2

2

2

C. Pengembangan Diri

2*)

2*)

2*)
-   Bimbingan Karir ( Melalui Pend. BK )
-    Ekstrakurikuler

  • Kepramukaan
  • Sepak Bola dan Bola Volly
  • PMR
  • Pencak Silat
  • Pemantapan Calistung Bagi Kls 7
  • Pembiasaan Tadarus Pagi

Jumlah

32+ 4

32+ 4

32+ 4

2*) Ekuivalen 2 jam pembelajaran

B.  Muatan Kurikulum

Muatan kurikulum SMPN 1 Singajaya meliputi sejumlah mata pelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai Kelas VII sampai dengan Kelas IX. Untuk Tahun Pelajaran 2009/2010 Kurikulum SMPN 1 Singajaya tahun 2009 disusun untuk kelas VII, VIII dan IX. Materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri merupakan bagian dari muatan kurikulum.

1.  Mata Pelajaran

Mata pelajaran merupakan materi bahan ajar berdasarkan landasan keilmuan yang akan dibelajarkan kepada peserta didik sebagai beban belajar melalui metode dan pendekatan tertentu. Pada bagian ini SMPN 1 Singajaya mencantumkan mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri beserta alokasi waktunya yang akan diberikan kepada peserta didik. Untuk kurikulum SMPN 1 Singajaya, terdiri dari 10 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri yang harus diberikan kepada peserta didik.

Jumlah mata pelajaran wajib SMP Negeri 1 Singajaya adalah 10 jenis yang  terdiri dari :

1)  Pendidikan Agama

2)  Pendidikan Kewarganegaraan

3)  Bahasa Indonesia

4)  Bahasa Inggris

5)  Matematika

6)  Ilmu Pengetahuan Alam

7)  Ilmu Pengetahuan Sosial

8)  Seni Budaya

9)  Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

10) Keterampilan/Teknologi Informasi dan komunikasi

2. Muatan Lokal

Muatan lokal yang dibelajarkan di SMPN 1 Singajaya untuk sementara masih mengacu kepada titipan Propinsi Jawa Barat yaitu Mulok Bahasa Daerah (Sunda) dan Mulok PLH, sementara untuk Mulok Pilihan yaitu Mulok Tata Boga. Bahasa Sunda dijadikan mulok mengingat Bahasa Wajib Daerah Jawa Barat mengingat hampir 75% masyarakat yang berada di Jawa Barat dalam kehidupan sehari-harinya menggunakan Bahasa Sunda. Demikian pula untuk Muatan Lokal Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) hal ini sejalan dengan program Pemerintah Jawa Barat yang sedang menggalakan Program Gemar (Gerakan Multi Agrobisnis). Tata Boga  dijadikan mulok pilihan mengingat pelajaran tersebut memberikan bekal keterampilan kepada siswa  yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari (resep masakan).

3. Kegiatan Pengembangan Diri

SMP Negeri 1 Singajaya menetapkan kegiatan  pengembangan diri yaitu Pramuka, PMR, Sepak Bola, Volley dan BP/BK. Pada umumnya, program tersebut dilaksanakan 1 x dalam seminggu pada hari sabtu. Khusus untuk pramuka dilaksanakan tiap jum`at sore dari  pukul 14.00 – 16.00. program pembiasaan dilakukan melalui kegiatan tadarusan setiap pagi sebelum jam pertama berupa pembacaan Surat Zuz Amma dan upacara. Kegiatan Pramuka dipilih sebagai materi kegiatan pengembangan diri mengingat materi Pramuka sangat multi makna untuk penanaman kedisiplinan siswa baik ketika berinteraksi di sekolah maupun di masyarakat. Demikian pula olah raga Sepak bola dan Bola volley untuk menggali potensi siswa yang berbakat di bidang olah raga.

4. Pengaturan Beban Belajar

Beban Belajar SMP Negeri 1 Singajaya berdasarkan ketentuan sebagai berikut : Menggunakan sistem paket. Program pembelajaran melalui (1) tatap muka, (2) penugasan terstruktur, (3) kegiatan mandiri tidak terstruktur. Jumlah jam efektif tatap muka per minggu 36 jam. Satuan waktu tatap muka adalah 40 menit. Jumlah waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur maksimum 50% jumlah waktu kegiatan tatap muka setiap mata pelajaran yang bersangkutan.

Tabel 2.3

Pengaturan Beban Belajar

Kelas

Satu jam tatap

Muka (menit)

Jumlah jam pembelaran per

minggu

Minggu efektif per tahun ajaran

Waktu pembelajaran per tahun

Jumlah jam per tahun (@ 60 menit)

VII,  VIII & IX

40

36

35

1188 jam pel

(47520 menit)

504 jam

5. Ketuntasan Belajar

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang menjadi target pencapaian kompetensi (TPK) di SMP Negeri 1 Singajaya tahun pelajaran 2009/2010 yang berlaku saat ini dapat dilihat dalam tabel berikut ini.

Tabel 2.4

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

MATA PELAJARAN

KKM SMP NEGERI 1 SINGAJAYA

VII

VIII

IX

Pendidikan Agama

71

71

71

Pendidikan Kewarganegaraan

70

71

72

Bahasa Indonesia

62

62

66

Bahasa Inggris

60

61

62

Matematika

60

61

61

IPA

63

64

62

IPS

66

66

67

Seni Budaya

74

65

64

Pendidikan Jasmani, Olah Raga & Kesehatan

72

71

72

Teknologi Informasi dan Komunikasi

61

61

60

Muatan Lokal Bahasa Sunda

70

70

70

Muatan Lokal Tata Boga

75

75

75

Muatan Lokal PLH

70

70

70

6. Kenaikan Kelas dan Kelulusan

a. Kenaikan Kelas

Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun ajaran. Kriteria kenaikan kelas di SMP Negeri 1 Singajaya berlaku setelah siswa memenuhi persyaratan berikut :

¨      Kenaikan kelas dilaksanakan setiap akhir tahun.

¨      Siswa dinyatakan naik kelas, apabila yang bersangkutan telah mencapai kriteria ketuntasan minimal pada semua indikator, hasil belajar (HB), kompetensi dasar (KD), dan standar kompetensi (SK) pada semua mata pelajaran.

¨      Siswa dinyatakan harus mengulang di kelas yang sama bila, (a) memperoleh nilai kurang dari kategori baik pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, (b) jika peserta didik tidak menuntaskan KD dan SK lebih dari 3 mata pelajaran untuk semua kelompok mata pelajaran sampai pada batas akhir tahun ajaran, dan (c) jika karena alasan yang kuat, misal karena gangguan kesehatan fisik, emosi atau mental sehingga tidak mungkin berhasil dibantu mencapai kompetensi yang ditargetkan.

¨      Ketika mengulang di kelas yang sama, nilai siswa untuk semua indikator, KD, dan SK yang ketuntasan belajar minimumnya sudah dicapai, minimal sama dengan yang dicapai pada tahun sebelumnya.

¨      Jumlah persentase kehadiran minimal 80%.

b. Kelulusan

Dengan mengacu kepada ketentuan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 Pasal 72 ayat (1), peserta didik dinyatakan lulus dari SMP Negeri 1 Singajaya setelah memenuhi persyaratan berikut, yaitu :

¨      Menyelesaikan seluruh program pembelajaran;

¨      Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganeraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan;

¨      Lulus ujian sekolah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi;

¨      Bila perlu persyaratan jumlah persentase kehadiran dan persyaratan perilaku.

7.  Pendidikan Kecakapan Hidup

Kecakapan hidup adalah kecakapan yang dimiliki seseorang untuk berani menghadapi problema hidup dan kehidupan dengan wajar tanpa merasa tertekan, kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga akhirnya mampu mengatasinya. Meliputi beberapa hal yaitu :

  1. Kurikulum untuk SMP dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup, yang mencakup kecakapan pribadi, kecakapan sosial, kecakapan akademik dan/atau kecakapan vokasional.
  2. Pendidikan kecakapan hidup dapat merupakan bagian integral dari pendidikan semua mata pelajaran dan/atau berupa paket/modul yang direncanakan secara khusus.
  3. Pendidikan kecakapan hidup dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan yang bersangkutan dan/atau dari satuan pendidikan formal lain dan/atau nonformal.

Dalam kegiatan pembelajaran perlu dilatihkan kecakapan hidup, atau jenis keterampilan yang dapat memberikan jiwa wiraswasta atau bekal untuk  hidup siswa yang meliputi :

1).  Kecakapan personal, yang terdiri dari kesadaran diri, meliputi :

  • SADAR SEBAGAI MAKHLUK TUHAN, maka kita perlu : IBADAH, JUJUR, DISIPLIN, KERJA KERAS DSB.
  • SADAR AKAN POTENSI DIRI maka kita perlu : MEMILIH
  • SADAR SEBAGAI  MAKHLUK SOSIAL, MAKA KITA PERLU :: TOLERAN, SALING MENGHORMATI, GOTONG ROYONG
  • SADAR SEBAGAI MAKHLUK LINGKUNGAN MAKA KITA PERLU:   MEMELIHARA  DAN  MEMANFAATKAN LINGKUNGAN DENGAN ARIF.

Kecakapan berpikir rasional : menggali informasi, mengolah informasi, mengambil   keputusan, memecahkan masalah.

2). Kecakapan sosial, meliputi  :

Kecakapan bekerjasama, menunjukkan tanggung jawab sosial, mengendalikan emosi, berinteraksi dalam budaya loka dan global, berinteraksi dalam masyarakat, meningkatkan potensi fisik, membudayakan sikap sportif, membudayakan sikap disiplin, membudayakan sikap hidup sehat.

3).  Kecakapan akademik :

Merumuskan hipotesis, mengidentifikasi variabel, Menghubungkan variabel, merencanakan dan melakukan penelitian. Materi atau bahan ajar yang mengandung kecakapan personal, kecakapan sosial dan kecakapan akademik terintegrasi dalam  mata pelajaran.

4) Kecakapan vokasional :

Keterampilan yang terkait dengan bidang pekerjaan/kejuruan (misalnya menjahit, otomotif), keterampilan bekerja, keterampilan kewirausahawan, keterampilan menguasai teknologi informasi dan komunikasi, dan keterampilan merangkai alat.Materi dan bahan ajar yang mengandung kecakapan vokasional terdapat pada jenis mata pelajaran keterampilan atau muatan lokal. Pelaksanaan Pendidikan Kecakapan Hidup di SMP Negeri 1 Singajaya  adalah :

1)   Bentuk kecakapan hidup yang terintegrasi dalam mata pelajaran, misalnya :

  1. Pada   mata pelajaran bahasa Indonesia , siswa dapat mengarang, berpuisi atau berprosa yang nantinya siswa dapat menjadi wartawan atau  sastrawan yang   profesional.
  2. Pada pelajaran matematika, siswa mampu menghitung berbagai bentuk kegiatan usaha, baik dalam keuangan, menghitung besarnya modal usaha, keuntungan dan besarnya penjualan barang, dan lain-lain.
  3. Pada mata pelajaran Bahasa Inggris, siwa mampu berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris dengan baik, apalagi pada masa era globalisasi mendatang
  4. Bidang keterampilan yaitu Keterampilan memasak (Tata Boga), siswa dapat memasak aneka hidangan.

2) Bentuk kecakapan hidup yang terintegrasi pada mata pelajaran keterampilan, seperti pada mata pelajaran  : Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan Tataboga.

  1. Pada mata pelajaran TIK, siswa memiliki keterampilan dan mampu                       mengoperasikan komputer dan jaringan internet dan pada masa mendatang
  2. Pada mata pelajaran Tata boga, siswa memiliki keterampilan memasak yang enak, menyusun menu masakan, mengatur meja makan dan perangkatnya, dan lain-lain, sehingga pada masa mendatang siswa dapat membuka usaha warung makan, restoran, katering, pedagang kue-kue basah maupun kering,dan lain-lain

8.   Keunggulan Lokal dan Global

Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global adalah pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global dalam  aspek ekonomi, budaya, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi, ekologi, dan lain-lain, yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik.

  1. Kurikulum untuk semua tingkat satuan pendidikan dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global.
  2. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dapat merupakan bagian dari semua mata pelajaran dan juga dapat menjadi mata pelajaran muatan lokal.
  3. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan/atau satuan pendidikan nonformal.
  4. Pendidikan Berbasis Keunggulan Global SMP Negeri 1 Singajaya adalah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
  5. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal SMP Negeri 1 Singajaya adalah : Pencak Silat dijadikan materi pengembangan diri mengingat adanya beberapa Perguruan (Paguron) Pencak Silat yang ada di sekitar tempat tinggal siswa.

C.   Standar Kompetensi Lulusan  Satuan Pendidikan (SKL-SP) SMP/MTs

Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKL-SP) SMP/MTs./SMPLB/ Paket B bertujuan: Meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut

Adapun Standar Kompetensi Lulusan  Satuan Pendidikan (SKL-SP)   SMP/MTs/SMPLB*/Paket B selengkapnya adalah :

  1. Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja
  2. Memahami kekurangan dan kelebihan diri sendiri
  3. Menunjukkan sikap  percaya diri
  4. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan yang lebih luas
  5. Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup nasional
  6. Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara logis, kritis, dan kreatif
  7. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif
  8. Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimilikinya
  9. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari

10.  Mendeskripsi gejala alam dan sosial

11.  Memanfaatkan lingkungan  secara bertanggung jawab

12.  Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara demi terwujudnya persatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia

13.  Menghargai  karya seni dan budaya nasional

14.  Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya

15.  Menerapkan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang

16.  Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif  dan santun

17.  Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat

18.  Menghargai adanya perbedaan pendapat

19.  Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis naskah pendek sederhana

20.  Menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sederhana

21.  Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan menengah

D. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) dan Standar  Kompetensi Mata Pelajaran (SK-MP)

1. Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP)

Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) terdiri atas kelompok-kelompok mata pelajaran:

1)      Agama dan Akhlak Mulia;

2)      Kewarganegaraan dan Kepribadian;

3)      Ilmu Pengetahuan dan Teknologi;

4)      Estetika;

5)      Jasmani, Olah Raga,  dan Kesehatan.

Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) dikembangkan berdasarkan tujuan dan cakupan muatan dan/ atau kegiatan setiap kelompok mata pelajaran, yakni:

1)      Kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak Mulia bertujuan: membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Tujuan tersebut dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama, kewarganegaraan, kepribadian, ilmu pengetahuan dan teknologi, estetika, jasmani, olahraga, dan kesehatan.

2)      Kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian bertujuan: membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan agama, akhlak mulia, kewarganegaraan, bahasa, seni dan budaya, dan pendidikan jasmani.

3)      Kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bertujuan: mengembangkan logika, kemampuan berpikir dan analisis peserta didik.

Pada satuan pendidikan SMP/MTs/SMPLB/Paket B, tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa, matematika, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, keterampilan/kejuruan, dan/atau teknologi informasi dan komunikasi, serta muatan lokal yang relevan

1)      Kelompok mata pelajaran Estetika bertujuan: membentuk karakter peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa seni dan pemahaman budaya. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa, seni dan budaya, keterampilan, dan muatan lokal yang relevan.

2)      Kelompok mata pelajaran Jasmani, Olah Raga,  dan Kesehatan bertujuan: membentuk karakter peserta didik agar sehat jasmani dan rohani, dan menumbuhkan rasa sportivitas. Tujuan ini dicapai melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani, olahraga, pendidikan kesehatan, ilmu pengetahuan alam, dan muatan lokal yang relevan.

Adapun Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) untuk   masing-masing satuan pendidikan selengkapnya adalah sebagai berikut:

1.   Agama dan Akhlak Mulia

  1. Mengamalkan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan remaja
  2. Menerapkan nilai-nilai kejujuran dan keadilan
  3. Memahami keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi
  4. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif  dan santun yang mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan
  5. Menerapkan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang sesuai dengan tuntunan agamanya
  6. Memanfaatkan lingkungan sebagai makhluk ciptaan Tuhan secara bertanggung jawab
  7. Menghargai perbedaan pendapat dalam menjalankan ajaran agama

2.  Kewarganegaraan dan Kepribadian

  1. Menerapkan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara demi terwujudnya persatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia
  2. Mematuhi aturan-aturan sosial, hukum dan perundangan
  3. Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup nasional
  4. Memanfaatkan lingkungan  secara bertanggung jawab
  5. Memahami kekurangan dan kelebihan diri sendiri
  6. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun
  7. Menunjukkan sikap  percaya diri
  8. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis
  9. Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimilikinya
  10. Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya
  11. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, dan aman dalam kehidupan sehari-hari
  12. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat
  13. Menghargai adanya perbedaan pendapat
  14. Menghargai karya seni dan budaya nasional Indonesia

3.  Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

  1. Mencari dan menerapkan informasi secara logis, kritis, dan kreatif
  2. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif
  3. Menunjukkan kemampuan belajar secara mandiri sesuai dengan potensi yang dimilikinya
  4. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari
  5. Mendeskripsi gejala alam dan sosial
  6. Memanfaatkan lingkungan  secara bertanggung jawab
  7. Menghargai tugas pekerjaan dan memiliki kemampuan untuk berkarya
  8. Menerapkan hidup bersih, sehat bugar, aman, dan memanfaatkan waktu luang
  9. Memiliki keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris sederhana
  10. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan menengah

4.   Estetika

  1. Memanfaatkan lingkungan  untuk kegiatan apresiasi seni
  2. Menghargai  karya seni, budaya, dan keterampilan sesuai dengan kekhasan lokal
  3. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis karya seni

5.   Jasmani, Olah Raga,  dan Kesehatan

  1. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman dan memanfaatkan waktu luang dengan memanfaatkan lingkungan  secara bertanggung jawab
  2. Mencari dan menerapkan berbagai informasi tentang potensi sumber daya lokal untuk menunjang hidup bersih, sehat, bugar, aman dan memanfaatkan waktu luang

2.    Standar Kompetensi Mata Pelajaran (SK-MP)

a. Pendidikan Agama Islam

1)        Menerapkan tata cara membaca Al-qur’an menurut tajwid, mulai dari cara membaca “Al”- Syamsiyah dan “Al”- Qomariyah sampai kepada menerapkan hukum bacaan mad dan waqaf

2)        Meningkatkan pengenalan dan keyakinan terhadap aspek-aspek rukun iman mulai dari iman kepada Allah sampai kepada iman pada Qadha dan Qadar serta Asmaul Husna

3)        Menjelaskan dan membiasakan perilaku terpuji seperti qanaah dan tasawuh dan  menjauhkan diri dari perilaku tercela seperti ananiah, hasad, ghadab dan namimah

4)        Menjelaskan tata cara mandi wajib dan shalat-shalat munfarid dan jamaah baik shalat wajib maupun shalat sunat

5)        Memahami dan meneladani sejarah Nabi Muhammad dan para shahabat serta menceritakan sejarah masuk dan berkembangnya Islam di nusantara

b. Pendidikan Kewarganegaraan

1)        Memahami dan menunjukkan sikap positif terhadap norma-norma  kebiasaan, adat istiadat, dan peraturan,  dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

2)        Menjelaskan makna proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia sesuai dengan suasana kebatinan konstitusi pertama

3)        Menghargai perbedaan dan kemerdekaan dalam mengemukakan pendapat dengan bertanggung jawab

4)        Menampilkan perilaku yang baik sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945

5)        Menunjukkan sikap positif terhadap pelaksanaan kehidupan demokrasi dan kedaulatan rakyat

6)        Menjelaskan makna otonomi daerah, dan hubungan antara pemerintahan pusat dan daerah

7)        Menunjukkan sikap kritis dan apresiatif terhadap dampak globalisasi

8)        Memahami prestasi diri untuk berprestasi sesuai dengan keindividuannya

c.  Bahasa Indonesia

1)   Mendengarkan

Memahami wacana lisan dalam kegiatan wawancara, pelaporan, penyampaian berita radio/TV, dialog interaktif, pidato, khotbah/ceramah, dan pembacaan berbagai karya sastra berbentuk dongeng, puisi, drama, novel remaja, syair, kutipan, dan sinopsis novel

2)   Berbicara

Menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi, pengalaman, pendapat, dan komentar dalam kegiatan wawancara, presentasi laporan, diskusi, protokoler, dan pidato, serta dalam berbagai karya sastra berbentuk cerita pendek, novel remaja, puisi, dan drama

3)   Membaca

Menggunakan berbagai jenis membaca untuk memahami berbagai bentuk wacana tulis, dan berbagai karya sastra berbentuk puisi, cerita pendek, drama, novel remaja, antologi puisi, novel dari berbagai angkatan

4)   Menulis

Melakukan berbagai kegiatan menulis untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam bentuk buku harian, surat pribadi, pesan singkat, laporan, surat dinas, petunjuk, rangkuman, teks berita, slogan, poster, iklan baris, resensi, karangan, karya ilmiah sederhana, pidato, surat pembaca, dan berbagai karya sastra berbentuk pantun, dongeng, puisi, drama, puisi, dan cerpen

d.  Bahasa Inggris

1)   Mendengarkan

Memahami makna dalam wacana lisan interpersonal dan transaksional sederhana, secara formal maupun informal, dalam bentuk recount, narrative, procedure, descriptive, dan report, dalam konteks kehidupan sehari-hari

2)    Berbicara

Mengungkapkan makna secara lisan dalam wacana interpersonal dan transaksional sederhana, secara formal maupun informal, dalam bentuk recount, narrative, procedure, descriptive, dan report, dalam konteks kehidupan sehari-hari

3)   Membaca

Memahami makna dalam wacana tertulis interpersonal dan transaksional sederhana, secara formal maupun informal, dalam bentuk recount, narrative, procedure, descriptive, dan report, dalam konteks kehidupan sehari-hari

4)   Menulis

Mengungkapkan makna secara tertulis dalam wacana interpersonal dan transaksional sederhana, secara formal maupun informal, dalam bentuk recount, narrative, procedure, descriptive, dan report, dalam konteks kehidupan sehari-hari

e. Matematika

1)      Memahami konsep bilangan real, operasi hitung dan sifat-sifatnya (komutatif, asosiatif, distributif), barisan bilangan sederhana (barisan aritmetika dan sifat-sifatnya), serta  penggunaannya dalam pemecahan masalah

2)      Memahami konsep aljabar meliputi: bentuk aljabar dan unsur-unsurnya, persamaan dan pertidaksamaan linear serta penyelesaiannya, himpunan dan operasinya, relasi, fungsi dan grafiknya, sistem persamaan linear dan penyelesaiannya, serta  menggunakannya dalam pemecahan masalah

3)      Memahami bangun-bangun geometri, unsur-unsur dan sifat-sifatnya, ukuran dan pengukurannya, meliputi: hubungan antar garis, sudut (melukis sudut dan membagi sudut), segitiga (termasuk melukis segitiga) dan segi empat, teorema Pythagoras, lingkaran (garis singgung sekutu, lingkaran luar dan lingkaran dalam segitiga dan melukisnya), kubus, balok, prisma, limas dan jaring-jaringnya, kesebangunan dan kongruensi, tabung, kerucut, bola, serta  menggunakannya dalam pemecahan masalah

4)      Memahami konsep data, pengumpulan dan penyajian data (dengan tabel, gambar, diagram, grafik), rentangan data, rerata hitung, modus dan median, serta  menerapkannya dalam pemecahan masalah

5)      Memahami konsep ruang sampel dan peluang kejadian, serta  memanfaatkan dalam pemecahan masalah

6)      Memiliki sikap menghargai matematika dan kegunaannya dalam kehidupan

7)      Memiliki kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta mempunyai kemampuan bekerja sama

f. Ilmu Pengetahuan Alam

1)      Melakukan pengamatan dengan peralatan yang sesuai, melaksanakan percobaan sesuai prosedur, mencatat hasil pengamatan dan pengukuran dalam tabel dan grafik yang sesuai, membuat kesimpulan dan mengkomunikasikannya secara lisan dan tertulis sesuai dengan bukti yang diperoleh

2)      Memahami keanekaragaman hayati, klasifikasi keragamannya berdasarkan ciri,  cara-cara pelestariannya, serta saling ketergantungan antar makhluk hidup di dalam ekosistem

3)      Memahami sistem organ pada manusia dan kelangsungan makhluk hidup

4)      Memahami konsep partikel materi, berbagai bentuk, sifat dan wujud zat, perubahan, dan kegunaannya

5)      Memahami konsep gaya, usaha, energi, getaran, gelombang, optik, listrik, magnet dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

6)      Memahami sistem tata surya dan proses yang terjadi di dalamnya

g. Ilmu Pengetahuan Sosial

1)      Mendeskripsikan keanekaragaman bentuk muka bumi, proses pembentukan, dan dampaknya terhadap kehidupan

2)      Memahami proses interaksi dan sosialisasi dalam pembentukan kepribadian  manusia

3)      Membuat sketsa dan peta wilayah serta menggunakan peta, atlas, dan globe untuk mendapatkan informasi keruangan

4)      Mendeskripsikan gejala-gejala yang terjadi di geosfer dan dampaknya terhadap kehidupan

5)      Mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan, dan pemerintahan sejak Pra-Aksara, Hindu Budha, sampai masa Kolonial Eropa

6)      Mengidentifikasikan upaya penanggulangan permasalahan kependudukan dan lingkungan hidup dalam pembangunan berkelanjutan

7)      Memahami proses kebangkitan nasional, usaha persiapan kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan, dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia

8)      Mendeskripsikan perubahan sosial-budaya dan tipe-tipe perilaku masyarakat dalam menyikapi perubahan, serta mengidentifikasi berbagai penyakit sosial sebagai akibat penyimpangan sosial dalam masyarakat, dan upaya pencegahannya

9)      Mengidentifikasi region-region di permukaan bumi berkenaan dengan pembagian permukaan bumi atas benua dan samudera, keterkaitan unsur-unsur geografi dan penduduk, serta ciri-ciri negara maju dan berkembang

10)  Mendeskripsikan perkembangan lembaga internasional, kerja sama internasional  dan peran Indonesia dalam kerja sama dan perdagangan  internasional, serta dampaknya terhadap perekonomian Indonesia

11)  Mendeskripsikan manusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi serta mengidentifikasi tindakan ekonomi berdasarkan motif dan prinsip ekonomi dalam memenuhi kebutuhannya

12)  Mengungkapkan gagasan kreatif dalam tindakan ekonomi berupa kegiatan konsumsi, produksi, dan distribusi barang/jasa untuk mencapai kemandirian dan kesejahteraan

h. Seni Budaya

1. Seni Rupa

a)      Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni rupa terapan melalui gambar bentuk obyek tiga dimensi yang ada di daerah setempat

b)      Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni rupa terapan melalui gambar/ lukis, karya seni grafis dan kriya tekstil batik daerah Nusantara

c)      Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni rupa murni yang dikembangkan dari beragam unsur seni rupa Nusantara dan mancanegara.

2. Seni  Musik

a)      Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik lagu daerah setempat secara perseorangan dan berkelompok.

b)      Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik lagu tradisional nusantara secara perseorangan dan kelompok

c)      Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni musik lagu mancanegara secara perseorangan dan kelompok

3. Seni  Tari

a)      Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni  tari tunggal dan berpasangan/kelompok terhadap keunikan seni tari daerah setempat

b)      Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni  tari tunggal dan berpasangan/kelompok terhadap keunikan seni tari Nusantara

c)      Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni  tari tunggal dan berpasangan/kelompok terhadap keunikan seni tari mancanegara

4. Seni Teater

a)      Mengapresiasi dan bereksplorasi teknik olah tubuh, pikiran dan suara

b)      Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni teater  terhadap keunikan dan pesan moral seni teater daerah setempat

c)      Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni  teater  terhadap keunikan dan pesan moral seni teater Nusantara

d)     Mengapresiasi dan mengekspresikan karya seni  teater  tradisional, modern dan kreatif terhadap keunikan dan pesan moral seni teater daerah setempat, Nusantara dan mancanegara

i. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

1)        Mempraktekkan variasi dan kombinasi teknik dasar permainan, olahraga serta atletik dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya

2)        Mempraktekkan senam lantai dan irama dengan alat dan tanpa alat

3)        Mempraktekkan teknik renang dengan gaya dada, gaya bebas, dan gaya punggung

4)        Mempraktekkan teknik kebugaran dengan jenis latihan beban menggunakan alat sederhana

5)        Mempraktekkan kegiatan-kegiatan di luar kelas seperti melakukan perkemahan, penjelajahan alam sekitar dan piknik

6)        Memahami budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari seperti perawatan tubuh serta lingkungan, mengenal berbagai penyakit dan cara pencegahannya serta menjauhi narkoba

j. Keterampilan

1. Kerajinan

a)      Mengapresiasi dan membuat benda kerajinan untuk fungsi pakai/hias berbahan lunak alami maupun buatan dengan teknik lipat, potong dan rekat serta teknik butsir dan cetak dengan ragam hias tradisional, mancanegara maupun modifikasinya

b)      Mengapresiasi dan membuat benda kerajinan jahit dan sulam dengan ragam hias tradisional, mancanegara maupun modifikasinya

c)      Mengapresiasi dan membuat benda kerajinan anyaman dan makrame

d)     Mengapresiasi dan membuat benda kerajinan dengan teknik potong sambung dan teknik potong konstruksi dengan ragam hias tradisional, mancanegara maupun modifikasinya

e)      Mengapresiasi dan membuat benda kerajinan dengan teknik sayat dan ukir dengan ragam hias tradisional, mancanegara maupun modifikasinya

2. Teknologi Rekayasa

a)      Mengapresiasi dan menciptakan karya teknologi rekayasa alat penerangan dan alat yang menimbulkan suara dengan listrik arus lemah (baterai)

b)      Mengapresiasi dan menerapkan karya teknologi rekayasa penjernihan air dengan teknologi mekanis dan teknologi kimia

c)      Mengapresiasi dan membuat benda teknologi rekayasa alat yang berputar secara mekanis dan digerakkan dengan listrik

3. Teknologi Budidaya

a)      Mengapresiasi dan menerapkan teknologi budidaya pemeliharaan dan perawatan hewan unggas petelor dan bibit hewan unggas

b)      Mengapresiasi dan menerapkan teknologi budidaya tanaman obat dan tanaman hias yang menggunakan media tanah

c)      Mengapresiasi dan menerapan teknologi budidaya ikan air tawar dan ikan hias air tawar di dalam kolam

4. Teknologi Pengolahan

a)      Mengapresiasi dan menerapkan teknologi pengolahan manisan basah dan kering bentuk padat dari bahan nabati

b)      Mengapresiasi dan menerapkan teknologi pengolahan produk pengawetan bahan mentah nabati dan hewani dengan cara diasinkan

c)      Mengapresiasi dan menerapkan teknologi pengolahan produk pengawetan bahan nabati dan hewani dengan cara dikeringkan

5. Teknologi Informasi dan Komunikasi

a)      Memahami penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, dan prospeknya di masa datang

b)      Menguasai dasar-dasar ketrampilan komputer

c)      Menggunakan perangkat pengolah kata dan pengolah angka untuk menghasilkan dokumen sederhana

d)     Memahami prinsip dasar internet/intranet dan menggunakannya untuk memperoleh informasi


BAB IV

ANALISIS DAN PROFIL SEKOLAH

A. Analisis Kondisi Satuan Pendidikan

NO

KOMPONEN

KONDISI IDEAL

KEKUATAN

KELEMAHAN

1.

Peserta Didik

-      Input

Memiliki rata-rata UASBN SD 6.50 -    memiliki rata-rata UASBN SD sebesar 5,00 tahun sebelumnya -   Masih banyaknya siswa yang memiliki nilai di atas rata-rata tapi tidak melanjutkan sekolah dengan alasan biaya transportasi (jarak).

-   Masih adanya anggapan bahwa masuk sekolah ke SMP harus dipungut biaya

-  Motivasi -    Memiliki 5 % input siswa berprestasi dalam bidang non akademik (Qori, Pidato Islam, dan Juara Catur) -   Kurangnya jumlah siswa yang memiliki prestasi dan potensi dalam bidang akademik
-  Kehadiran -    Motivasi siswa untuk belajar cukup Tinggi > 80 %

-    Kehadiran siswa cukup tinggi > 80 %

-    Ketepatan siswa untuk selalu tepat masuk kelas cukup tinggi 95%

- kehadiran siswa sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca mengingat akses sarana jalan yang  menuju ke sekolah rusak parah

NO

KOMPONEN

KONDISI IDEAL

KEKUATAN

KELEMAHAN

2.

Pendidik dan Tenaga Kependidikan -      Pengalaman mengajar rata-rata diatas 5 tahun -      Dari jumlah 20 Pendidik terdapat 2 % yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan

-      Dari jumlah 20 Pendidik terdapat 10 % yang berlatar belakang pendidikan yang belum sesuai

-      Belum semua pendidik mampu menggunakan ICT

-      Pengalaman Kerja dari Tenaga Kependidikan diatas 5 Tahun -      Belum semua Tenaga pendidik mampu menggunakan ICT
-      Dedikasi kerja tinggi

-      Pendidikan minimal lulusan SMA

-      Tingkat kehadiran guru rata-rata 85 %

.

NO

KOMPONEN

KONDISI IDEAL

KEKUATAN

KELEMAHAN

3.

Sarana dan Prasarana -      Jumlah ruangan belajar Sudah memadai

-      Adanya perpustakaan

-      Jumlah WC belum sesuai dengan kebutuhan

-      Jumlah computer di laboratorium computer belum memadai

-      Belum ada jaringan internet.

-      Belum memiliki laboratorium bahasa

-      Belum memiliki lapangan Olah Raga yang memadai

-      Belum dibenteng/di-pagar

Lingkungan terbuka

B. Analisis Lingkungan Sekolah

NO

KOMPONEN

KONDISI IDEAL

PELUANG

ANCAMAN

1.

Keadaan Lingkungan Sekolah

-      Komite Sekolah

-      Komite memahami kebijakan sekolah -     Kinerja komite terhambat oleh keterbatasan waktu

-     Pemahaman kebijakan belum terimplementasikan dengan program yang jelas

2.

Dewan Pendidikan, Dinas Pendidikan -      Membantu penyampaian informasi kebijakan -      Sosialisasi kebijakan kurang tepat waktu

3.

Asosiasi Profesi -      Memfasilitasi peningkatan profesionalisme guru -      Krontribusi terhadap perumusan KTSP masih rendah

4.

Sosial Budaya -      Lingkungan masyarakat termotivasi untuk melanjutkan sekolah -      Kemampuan ekonomi masih rendah

-      Jarak tempuh yang cukup jauh

-

3. Profil Sekolah

Nama Sekolah                         : SMP Negeri 1 Singajaya

NISS                                        : 201021117059

Tanggal & SK Pendirian          : 14-08-1965 No. SK : 2812/A-93/65

Alamat Lengkap                      : Jalan Raya Singajaya Desa Singajaya Kecamatan

Singajaya Kabupaten Garut

Kode POS                                : 44173 Tlp/Fax : 081394080962

Luas Tanah                               : 5265.10     m2

Luas Belum Dibangun             : 1638.45     m2

Luas Sudah Dibangun              : 3626.65     m2

Status Tanah                            : Milik Sendiri

Akta Nomor                             : 19/BPN/2006  dari  Badan Pertanahan Nasional Prov.

Jawa Barat

Sarana Prasarana                                : 1. Kantor                             : ………………………………………

ada / tidak ada (baik / sedang / rusak )

a. Ruang Kepala            : ……………………………………..…

ada / tidak ada  (baik / sedang / rusak)

b. Ruang Guru                : ………………………………………                                                                                                            ada / tidak ada  (baik / sedang / rusak)

c. Ruang TU                   : ………………………………………

ada / tidak ada  (baik / sedang / rusak)

2. Ruang Belajar

a. Kelas VII                    : ………………………………………

ada / tidak ada  (baik / sedang / rusak)

b. Kelas VIII                   : …………………………………

ada / tidak ada  (baik / sedang / rusak)

c. Kelas IX                      : ………………………………………

ada / tidak ada  (baik / sedang / rusak)

3. Laboratorium

d. IPA                               : ………………………..…………………

ada / tidak ada  (baik / sedang / rusak)

e. Bahasa                        : ………………………………………

ada / tidak ada  (baik / sedang / rusak)

f. Komputer                    : ………………………………………

ada / tidak ada  (baik / sedang / rusak)

4. Mesjid/Mushola           : …………………………………….……

ada / tidak ada  (baik / sedang / rusak)

5. Perpustakaan                                : ………………………………………

ada / tidak ada  (baik / sedang / rusak)

6. Pos Satpam                   : ………………………………………

ada / tidak ada  (baik / sedang / rusak)

7. Toilet                              : ………………………………………

ada / tidak ada  (baik / sedang / rusak)

I. Data Siswa

No.

Tahun Pelajaran

Ruang

Siswa

Jumlah Siswa Menurut Usia

Kelas

Rombel

L

P

Jumlah

13-15 th

> 15 th

2005/2006

VII

4

95

81

178

178

VIII

4

70

56

126

126

IX

4

65

63

128

128

Jumlah

12

230

200

430

430

2006/2007

VII

4

103

95

198

198

VIII

4

95

86

181

181

IX

4

71

55

126

126

Jumlah

12

269

236

505

505

No.

Tahun Pelajaran

Ruang

Siswa

Jumlah Siswa Menurut Usia

Kelas

Rombel

L

P

Jumlah

13-15 th

> 15 th

2007/2008

VII

4

94

87

181

181

VIII

4

95

92

187

187

IX

4

81

60

141

141

Jumlah

12

270

239

509

509

2008/2009

VII

5

88

90

178

178

VIII

4

88

80

168

168

IX

4

89

73

162

162

Jumlah

13

265

243

508

508

2009/2010

VII

6

114

123

237

237

VIII

4

80

80

160

160

IX

4

85

69

154

154

Jumlah

14

279

272

551

551

II. Data Ruang Belajar

.    a) Data Ruang Kelas                     b) Data Kondisi Ruang

Jumlah Ruang

Jml Ruang

Jml

Ruang Yg Kondisinya

Baik

Jml

Ruang Yg Kondisinya Rusak

Ket.

Kerusakan

Ruang Kelas (asli) (a)

15

Ruang Kelas

15

12

3

Ringan

Ruang lainnya yang

digunakan untuk/

sbg Ruang Kelas (b)

Yaitu ruang :

-

Perpustakaan

1

1

-

-

R.Lab. IPA

1

1

-

-

Keterampilan

-

-

-

-

Multimedia
Rumah Dinas

-

-

-

-

Lab. Bahasa

-

-

-

-

Jml Ruang Kelas seluruhnya

(a+b)

15

-

III. Angka Mengulang dan Putus Sekolah

No.

Indikator

Tahun Pelajaran

Rata-Rata

2005/2006

2006/2007

2007/2008

2008/2009

1.

Angka Mengulang

-

-

-

-

2.

Angka Putus Sekolah

21

13

7

-

10

3.

Angka Kelulusan

127

126

141

-

131

Rata-Rata

49.33

46.33

49.33

IV. Angka Kelulusan dan Angka Melanjutkan Sekolah

No.

Tahun Pelajaran

Kelulusan

Melanjutkan

Peserta

Lulus

%

Lulus

Siswa Baru

%

1.

2005/2006

128

127

99.2%

127

40

31.49

2.

2006/2007

126

126

100%

126

48

38.09

3.

2007/2008

141

141

100%

141

55

39.00

4.

2008/2009

153

153

100%

153

75

49.01

Rata-Rata

131

130

100

130

47.66

36.19

V. Data Kepala Sekolah

Nama Lengkap                                           : AHMAD GUNAWAN, BA, S.IP., M.H.

NIP                                                             : 131013926 / 19610403 198204 1 006

Tempat dan Tanggal Lahir                          : Garut, 03 April 1961

Jenis Kelamin                                             : Laki-Laki

Pangkat dan Golongan                                : Pembina / IV a

Tanggal Pengangkatan Kepala Sekolah       : 01 April 2008

SK Pengangkatan Kep. Sekolah                  : 821/Kep.020-BKD/2008

Masa Kerja Kepala Sekolah                                    : 23 Tahun 07 Bulan

Rencana Pensiun                                        : Tahun 2020

Prestasi                                                       :

Pendidikan Terakhir                                               : S2/Ilmu Hukum

Alamat Lengkap                                         : Jalan Pahlawan Garut

Kode POS      : 44154

Tlp/HP           : 081394080962

vI. Jenis Bantuan

No.

Jenis Bantuan

Tanggal, Bulan, Tahun

Sumber Dana

Besar Bantuan (Rp.)

Keterangan

1.

Rehab

10-11-2005

Dekon

168.000.000

2.

Perpustakaan

15-03-2006

Subsidi Imbal Swadaya

75.000.000

3.

RKB

02-08-2006

Voucher Dikmen

210.000.000

4,

RKB

05-05-2007

Dekon

167.970.000

5.

Laboratorium IPA

07-10-2007

Subsidi Imbal Swadaya

100.000.000

6.

RKB

25-08-2008

Imbal Swadaya / Mekanisme Partisipasi Masyarakat

171.000.000

Jumlah

891.970.000

PENETAPAN/PENGESAHAN

Setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite Sekolah, dengan ini Kurikulum SMP Negeri 1 Singajaya ditetapkan/disahkan untuk diberlakukan pada tahun pelajaran 2009/2010

Ditetapkan/disahkan di           : Singajaya

Pada Tanggal                          : 9 Juli 2009

Ketua Komite Sekolah,

Kepala SMP Negeri 1 Singajaya,

ODIK SODIKIN, S.PdI.

AHMAD GUNAWAN, BA, S.IP., M.H.

NIP. 131013926

Disetujui :

Kepala Dinas Pendidikan

Kabupaten Garut,

Drs. H. KOMAR M., M.M.Pd.

NIP. 130409093

,


KATA PENGANTAR

Kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia mengalami perkembangan dan perubahan secara terus menerus sebagai akumulasi respon terhadap permasalahan-permasalahan yang terjadi selama ini serta pengaruh perubahan global, termasuk perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni dan budaya. Hal ini menuntut perlunya perbaikan sistem pendidikan nasional termasuk penyempurnaan kurikulum.

Penyempurnaan kurikulum yang telah dilakukan mengacu pada Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah terkait serta Permendiknas yang terkait pula yang mengamanatkan tentang adanya standar nasional pendidikan yang berkenaan dengan standar isi, proses, dan kompetensi lulusan serta penetapan kerangka dasar dan standar kurikulum oleh pemerintah.

Upaya penyempurnaan kurikulum ini guna mewujudkan peningkatan mutu dan relevansi pendidikan yang harus dilakukan secara menyeluruh mencakup pengembangan dimensi manusia Indonesia seutuhnya, yakni aspek-aspek moral, akhlak, budi pekerti, pengetahuan, keterampilan, kesehatan, seni dan budaya. Pengembangan aspek-aspek tersebut bermuara pada peningkatan dan pengembangan kecakapan hidup serta menyesuaikan diri dan berhasil dalam kehidupan. Kurikulum ini dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan, potensi dan keadaan daerah dan sekolah.

Dokumen Kurikulum SMP Negeri 1 Singajaya Tahun 2009 ini terdiri atas Buku I yang berisi Latar Belakang, Landasan, Tujuan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama, Visi, Misi dan tujuan sekolah, Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum, Muatan Kurikulum, Standar Kompetensi Lulusan, Kalender Pendidikan, Analisis dan Profil Sekolah. Buku II yang berisi Silabus dari masing-masing mata pelajaran, beserta Rencana Pembelajaran, KKM, Program Pengembangan Diri dan SK Tim Penyusun.

Dengan diterbitkannya dokumen ini maka diharapkan seluruh warga sekolah dapat menggunakannya sebagai acuan dalam memberikan pelayanan pendidikan di sekolah.

Garut,  9 Juli 2009

Ketua Tim Penyusun,

Kepala SMP Negeri 1 Singajaya,

AHMAD GUNAWAN, BA, S.IP., M.H.

NIP. 131013926

DAFTAR ISI

Halaman

Kata Pengantar ……………………………………………………………………………………….

i

Daftar Isi …………………………………………………………………………………………………

ii

BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………………………….

1

A. Latar Belakang ………………………………………………………………

1

B. Landasan ………………………………………………………………………

2

C. Tujuan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama ……………..

3

D. Visi, Misi dan Tujuan Sekolah………………………………………….

3

BAB II STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM ………………………..

6

A. Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum …………………………

6

1. Kelompok Mata Pelajaran …………………………………………..

6

2. Struktur Kurikulum SMP ……………………………………………..

8

B. Muatan Kurikulum …………………………………………………………

9

1. Mata Pelajaran …………………………………………………………..

9

2. Muatan Lokal …………………………………………………………….

9

3. Kegiatan Pengembangan Diri ……………………………………..

9

4. Beban Belajar …………………………………………………………….

10

5. Ketuntasan Belajar …………………………………………………….

10

6. Kenaikan Kelas, dan Kelulusan …………………………………….

11

7. Pendidikan Kecakapan Hidup …………………………………….

11

8. Keunggulan Lokal dan Global ……………………………………..

14

C. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) …………………………………

15

BAB III KALENDER PENDIDIKAN ………………………………………………….

26

BAB IV ANALISIS DAN PROFIL SEKOLAH ……………………………………

29

A. Analisis Kondisi Satuan Pendidikan

1. Peserta Didik ……………………………………………………………..

29

2. Tenaga Pendidik ………………………………………………………….

30

3. Tenaga Kependidikan …………………………………………………..

30

B. Analisis Lingkungan Sekolah

1. Sarana & Prasarana ……………………………………………………..

31

2. Keadaan Lingkungan …………………………………………………..

32

3. Dewan Pendidikan ………………………………………………………

32

4. Asosiasi Profesi ………………………………. …………………………

32

5. Sosial Budaya … ………………………………………………………….

32

6. Profil Sekolah ……………………………………………………………..

33

LAMPIRAN

1. Kalender Pendidikan
2. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
3. Silabus
4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
5. Program Pengembangan Diri
6. SK Tim Penyusun

PEMERINTAH KABUPATEN GARUT

DINAS PENDIDIKAN

SMP NEGERI 1 SINGAJAYA

Alamat : Jalan Raya Singajaya ‘ 081394080962

Email : smpnsingajaya1@yahoo.com

SURAT KEPUTUSAN KEPALA SMP NEGERI 1 SINGAJAYA

NOMOR : 422/11-SMP/2009

Tentang

PENETAPAN TIM PENGEMBANG KURIKULUM (TPK)

SMP NEGERI 1 SINGAJAYA

TAHUN PELAJARAN 2009/2010

Kepala  Sekolah Menengah Pertama Negeri I Singajaya :

Menimbang

:

  1. Dalam rangka mengimplementasikan Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah terkait serta Permendiknas yang terkait pula yang mengamanatkan tentang adanya standar nasional pendidikan yang berkenaan dengan standar isi, proses, dan kompetensi lulusan serta penetapan kerangka dasar dan standar kurikulum oleh pemerintah.

.

  1. Dalam rangka penyempurnaan kurikulum sekolah guna mewujudkan peningkatan mutu dan relevansi pendidikan secara menyeluruh yang mencakup pengembangan dimensi manusia Indonesia seutuhnya, dan mengembangkan kurikulum sekolah yang sesuai dengan kebutuhan, potensi dan keadaan daerah dan sekolah.
  1. Bahwa dalam rangka memperlancar pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar di SMPN 1 Singajaya, perlu dikembangkan /dirumuskan kurikulum yang sesuai dengan karakteristik siswa dan kondisi lingkungan SMPN 1 Singajaya.
Mengingat

:

  1. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas Pasal 36 sampai Pasal 38;
  2. Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang SNP Pasal 5 sampai Pasal 18,  dan Pasal 25 sampai Pasal 27;
  3. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk satuan  pendidikan dasar dan menengah;
  4. Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang SKL untuk satuan pendidikan dasar dan menengah.
  5. Rencana Kerja (Renja) Depdiknas Tahun 2009.
  6. Kalender Pendidikan Propinsi Jawa Barat Tahun 2009
  7. Kalender Pendidikan dan jadwal kegiatan SMP Negeri 1 Singajaya Tahun Pelajaran 2009/2010.
Memperhatikan

:

Petunjuk Teknis Penyusunan Kurikulum SMP Tahun 2009.

Memutuskan

Menetapkan

Pertama

:

Menetapkan nama-nama Tim Pengembang Kurikulum (TPK) SMP Negeri 1 Singajaya Tahun Pelajaran 2009/2010.

Kedua

:

Surat Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di   : Singajaya

Pada Tanggal   : 9 Juli 2009

Kepala Sekolah,

AHMAD GUNAWAN, BA, S.IP., M.H.

NIP. 131013926

Lampiran : SURAT KEPUTUSAN KEPALA SMP NEGERI 1 SINGAJAYA

NOMOR : 422/11-SMP/2009

TENTANG

NAMA-NAMA TIM PENGEMBANG KURIKULUM (TPK)

SMP NEGERI 1 SINGAJAYA

TAHUN PELAJARAN 2009/2010

NO.

NAMA

JABATAN DINAS

JABATAN DALAM TIM

1.

Ahmad Gunawan, BA, S.IP., M.H. Kepala Sekolah Ketua

2.

Drs. Asep Saepul Hidayat, M.Pd. Pengawas Pembina Anggota

3.

Suryana, S.Pd. PKS Kurikulum Anggota

4.

Odik Sodikin, S.PdI. Ketua Komite Anggota

5.

Agus Kusnadi Pengusaha Teh Anggota

Ditetapkan di              : Singajaya

Pada Tanggal : 9 Juli 2009

Kepala Sekolah,

AHMAD GUNAWAN, BA, S.IP., M.H.

NIP. 131013926

PANDUAN PELAKSANAAN

Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

Pendidikan Kesetaraan

(Program Paket A, Paket B dan Paket C)

DIREKTORAT PENDIDIKAN KESETARAAN

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN NONFORMAL DAN INFORMAL

DEPARTEMEN PENDIDIKAN  NASIONAL

2008

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A. Rasional

Selebihnya baca di sini ….

Pendidikan Kesetaraan harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu dan relevansi serta efisiensi manajemen pendidikan. Pemerataan kesempatan pendidikan diwujudkan dalam program pengembangan pendidikan menengah. Peningkatan mutu pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya melalui olahhati, olahpikir, olahrasa dan olahraga agar memiliki daya  saing dalam menghadapi tantangan global. Peningkatan relevansi pendidikan dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan berbasis potensi sumber daya alam Indonesia. Peningkatan efisiensi manajemen pendidikan dilakukan melalui penerapan manajemen berbasis sekolah dan otonomi perguruan tinggi serta pembaharuan pengelolaan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan. Tujuan Pendidikan Kesetaraan meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian  dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan kesetaraan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.

Berdasarkan Permen Diknas Nomor 14 tahun 2007, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan silabus pendidikan kesetaraan program Paket A, Paket B dan Paket C ditetapkan oleh Dinas yang bertanggungjawab di bidang pendidikan sesuai dengan tingkat kewenangannya, berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan.

KTSP dan silabus pendidikan kesetaraan dikembangkan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan berdasarkan panduan penyusunan KTSP pendidikan kesetaraan.

Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pendidikan kesetaraan mengacu pada standar nasional pendidikan diantaranya standar isi,  standar proses dan standar kompetensi lulusan.

  1. B. Dasar Hukum

Dasar hukum penyelenggaraan pendidikan kesetaraan program Paket A, B, dan C adalah :

  1. Undang-Undang Dasar 1945
  2. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional
  3. Instruksi Presiden No. 5 tahun 2006, tanggal 9 Juni 2006 Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun dan Pemberantasan Buta Aksara
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
  5. Peraturan Mendiknas No. 14 tahun 2007 tentang SI Pendidikan Kesetaraan.
  6. Peraturan Mendiknas No 3 tahun 2008, tentang Standar Proses Pendidikan Kesetaraan
  7. Keputusan Mendikbud No. 0131/U/1994 tentang Program Paket A dan Paket B
  8. Keputusan. Mendiknas No. 86/U/2003 tentang Penghapusan UPERS
  9. Keputusan Mendiknas No. 0132/U/2004 tentang Program Paket  C
  1. Tujuan

Tujuan Panduan Penyusunan KTSP ini untuk menjadi acuan bagi Pemerintah daerah yang bertanggungjawab di bidang pendidikan sesuai dengan tingkat kewenangannya ( Dinas Pendidikan Prov/Kab/Kota, P2PNFI, BPPNFI, LPMP, BPKB, SKB dan Satuan Pendidikan Nonformal serta pemangku kepentingan lainnya) dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan pendidikan Nonformal yang bersangkutan.

  1. D. Pengertian
  1. Standar Nasional Pendidikan (SNP); adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia
  2. Standar isi; adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.
  3. Standar proses; adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi lulusan.
  4. Kompetensi; adalah kemampuan bersikap, berpikir, dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dimiliki oleh peserta didik.
  5. Standar kompetensi Lulusan; adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
  6. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
  7. KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.
  8. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi , kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.
  9. E. Sasaran

Panduan ini ditujukan kepada Pemerintah daerah yang bertanggungjawab di bidang pendidikan sesuai dengan tingkat kewenangannya ( Dinas Pendidikan Prov/Kab/Kota, P2PNFI, BPPNFI, LPMP, BPKB, SKB dan Satuan Pendidikan Nonformal,serta pemangku kepentingan lainnya)

BAB II

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN KESETARAAN

(PROGRAM PAKET A, PAKET B DAN PAKET C)

  1. A. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

KTSP dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. Pengembangan KTSP mengacu pada SI dan SKL dan berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP, serta memperhatikan pertimbangan komite sekolah/madrasah. Penyusunan KTSP untuk pendidikan khusus dikoordinasi dan disupervisi oleh dinas pendidikan provinsi, dan berpedoman pada SI dan SKL serta panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP .

KTSP dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut:

  1. 1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.

Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik.

  1. 2. Beragam dan terpadu

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan jender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.

  1. 3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni

Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

  1. 4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan

Pengembangan kurikulum dilakukan dengan   melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan  kemasyarakatan, dunia usaha dan  dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi,  keterampilan  berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.

  1. 5. Menyeluruh dan berkesinambungan

Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi,   bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.

  1. 6. Belajar sepanjang hayat

Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan informal  dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.

  1. 7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

  1. B. Acuan Operasional Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

KTSP disusun dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut.

  1. 1. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia

Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia.

  1. 2. Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik

Pendidikan merupakan proses sistematik untuk meningkatkan martabat manusia secara holistik yang memungkinkan potensi diri (afektif, kognitif, psikomotor) berkembang secara optimal. Sejalan dengan itu,  kurikulum disusun dengan memperhatikan potensi, tingkat perkembangan, minat, kecerdasan intelektual, emosional dan sosial, spritual, dan kinestetik peserta didik.

  1. 3. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan

Daerah memiliki potensi, kebutuhan, tantangan, dan keragaman karakteristik lingkungan. Masing-masing daerah memerlukan pendidikan sesuai dengan karakteristik daerah dan pengalaman hidup sehari-hari. Oleh karena itu, kurikulum harus memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan daerah.

  1. 4. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional

Dalam era otonomi dan desentralisasi untuk mewujudkan pendidikan yang otonom dan demokratis perlu memperhatikan keragaman dan mendorong partisipasi masyarakat dengan tetap mengedepankan wawasan nasional. Untuk itu, keduanya harus ditampung secara berimbang dan saling mengisi.

  1. 5. Tuntutan dunia kerja

Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh kembangnya pribadi peserta didik yang berjiwa kewirausahaan dan mempunyai kecakapan hidup. Oleh sebab itu, kurikulum perlu memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja. Hal ini sangat penting terutama bagi satuan pendidikan kejuruan  dan peserta didik yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

  1. 6. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni

Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang membawa masyarakat berbasis pengetahuan di mana IPTEKS sangat berperan sebagai penggerak utama perubahan. Pendidikan harus terus menerus melakukan adaptasi dan penyesuaian perkembangan IPTEKS sehingga tetap relevan dan kontekstual dengan perubahan. Oleh karena itu, kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

  1. 7. Agama

Kurikulum harus dikembangkan untuk mendukung peningkatan iman dan taqwa serta akhlak mulia dengan tetap memelihara toleransi dan kerukunan umat beragama. Oleh karena itu, muatan kurikulum semua mata pelajaran harus ikut mendukung peningkatan iman, taqwa dan akhlak mulia.

  1. 8. Dinamika perkembangan global

Pendidikan harus menciptakan kemandirian, baik pada individu maupun bangsa, yang sangat penting ketika dunia digerakkan oleh pasar bebas. Pergaulan antarbangsa yang semakin dekat memerlukan individu yang mandiri dan mampu bersaing serta mempunyai kemampuan untuk hidup berdampingan dengan suku dan bangsa lain.

  1. 9. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan

Pendidikan diarahkan untuk membangun karakter dan wawasan kebangsaan peserta didik yang menjadi landasan penting bagi upaya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka NKRI. Oleh karena itu, kurikulum harus mendorong berkembangnya wawasan dan sikap kebangsaan serta persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam  wilayah NKRI.

10. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat

Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. Penghayatan dan apresiasi pada budaya setempat harus terlebih dahulu ditumbuhkan sebelum mempelajari budaya dari daerah dan bangsa lain.

11. Kesetaraan Jender

Kurikulum harus diarahkan kepada terciptanya pendidikan yang berkeadilan dan memperhatikan kesetaraan jender.

12. Karakteristik satuan pendidikan

Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi, misi, tujuan, kondisi, dan ciri khas satuan pendidikan Nonformal (peserta didik. komunitas belajar, dan diversifikasi layanan)

C.  KOMPONEN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

1.  Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan

Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah dirumuskan mengacu kepada tujuan umum pendidikan berikut.

  1. Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
  2. Tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
  3. Tujuan pendidikan menengah kejuruan adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.

2.   Struktur dan Muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

Struktur dan muatan KTSP pada pendidikan kesetaraan tertuang dalam Permendiknas No. 14 Tahun 2007 tentang Standar Isi  meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut.

(1) Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia

(2) Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian

(3) Kelompok mata pelajaran  ilmu pengetahuan dan teknologi

(4) Kelompok mata pelajaran estetika

(5) Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan

Kelompok mata pelajaran tersebut dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pembelajaran sebagaimana diuraikan dalam PP 19/2005 Pasal 7.

Muatan KTSP meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan. Di samping itu materi Keterampilan Fungsional dan Kepribadian Profesional  termasuk ke dalam isi kurikulum.

  1. 1. Mata pelajaran

Mata pelajaran beserta alokasi waktu untuk masing-masing tingkat satuan pendidikan berpedoman pada struktur kurikulum yang tercantum dalam SI.

  1. 2. Keterampilan Fungsional

Pencapaian kompetensi keterampilan fungsional dikembangkan melalui mata pelajaran keterampilan fungsional yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan secara terintegrasi dan/atau dalam bentuk mata pelajaran tersendiri.

  1. 3. Muatan Lokal

Muatan lokal merupakan kajian yang diberikan secara terintegrasi dalam mata pelajaran atau secara tersendiri sebagai mata pelajaran pilihan.

  1. 4. Pengembangan Kepribadian Profesional

Pengembangan kepribadian profesional merupakan kemampuan mengembangkan diri untuk meningkatkan kualitas hidup dengan mengelola potensi, bakat, minat, prakarsa, kemandirian, tindakan, dan waktu secara profesional sesuai tujuan dan kebutuhan. Kemampuan olahhati dan olahrasa termasuk estetika dikembangkan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa, seni dan budaya, keterampilan, dan muatan lokal yang relevan.

  1. Pengaturan Beban Belajar

Beban belajar pendidikan kesetaraan dinyatakan dalam satuan kredit kompetensi (SKK) yang menunjukkan kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik dalam mengikuti program pembelajaran baik melalui tatap muka, praktek keterampilan, dan/atau kegiatan mandiri. Pembelajaran pada pendidikan kesetaraan dilakukan dengan pendekatan induktif, tematik, dan berbasis kecakapan hidup. Pencapaian beban belajar menggunakan sistem modular yang menekankan pada belajar mandiri, ketuntasan belajar, dan maju berkelanjutan.

Kegiatan belajar mandiri merupakan kegiatan pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan oleh peserta didik dengan bimbingan pendidik atau disesuaikan dengan kebutuhan, kesempatan, penyelesaian dan ketuntasan yang diatur oleh peserta didik.

Satuan Kredit Kompetensi merupakan penghargaan terhadap pencapaian kompetensi sebagai hasil belajar peserta didik dalam menguasai suatu mata pelajaran. SKK diperhitungkan untuk setiap mata pelajaran yang terdapat dalam struktur kurikulum. Satu SKK dihitung berdasarkan pertimbangan muatan standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) tiap mata pelajaran. Kemudian keseluruhan SKK untuk mencapai SKL program Paket A, Paket B, dan Paket C di distribusikan per semester.

Satuan Kredit Kompetensi dapat digunakan untuk alih kredit kompetensi yang diperoleh dari jalur pendidikan informal, formal, kursus, keahlian dan kegiatan mandiri. Penentuan dan pengakuan bobot SKK hasil alih kredit memperhatikan tingkat kompetensi berdasarkan hasil belajar sebelumnya yang diperoleh melalui tes, portofolio, transkrip, sertifikat, raport, surat penghargaan, surat keterangan tentang berbagai keikutsertaan dalam pelatihan, pagelaran, pameran, lomba, olimpiade dan kegiatan unjuk prestasi lainnya.

Kegiatan tatap muka merupakan kegiatan pembelajaran dalam interaksi langsung antara peserta didik dengan pendidik sebagai kegiatan tutorial untuk pendalaman materi yang sulit, penguatan motivasi, dan peningkatan ketuntasan belajar, serta penilaian hasil belajar. Dengan demikian kegiatan tatap muka sangat menerapkan pendekatan partisipatif (andragogi) yang tidak ditekankan pada transfer pengetahuan dan keterampilan.

Praktek keterampilan merupakan kegiatan pembelajaran yang mendukung pencapaian kompetensi keterampilan fungsional dan kepribadian profesional yang pada gilirannya dapat mewujudkan kompetensi kecakapan hidup. Kompetensi kecakapan hidup meliputi kompetensi personal, kompetensi sosial, kompetensi intelektual dan kompetensi vokasional.

Beban Belajar dan Kegiatan Pembelajaran

-     Beban belajar dinyatakan dalam Satuan Kredit Kompetensi (SKK) —bobot kompetensi yang harus dicapai peserta didik

-     Peserta didik wajb mengikuti kegiatan pembelajaran:

1) tatap muka; min 20%

2) tutorial; min 30%

3) mandiri ; max 50%

-     Prog Paket A Derajat Awal/Tingkatan 1; 102 SKK

-       setara dengan 17 SKK per semester

-       Prog Paket A Derajat Dasar/Tingkatan 2; 102 SKK

-       setara dengan 17 SKK per semester

-       Prog Paket B Derajat Terampil 1/Tingkatan 3; 68 SKK

-       setara dengan 17 SKK per semester

-       Prog Paket B Derajat Terampil 2/Tingkatan 4; 34 SKK

-       setara dengan 17 SKK per semester

-       Prog Paket C Derajat Mahir 1/Tingkatan 5; 40 SKK

-       setara dengan 20 SKK per semester

-       Prog Paket C Derajat Mahir 2/Tingkatan 6; 82 SKK

-       setara dengan 21 SKK per semester

  1. 6. Ketuntasan Belajar

Ketuntasan belajar merupakan pencapaian kompetensi pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai sebagai hasil belajar yang dapat diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Maju berkelanjutan merupakan pencapaian kompetensi secara bertahap menuju ketuntasan belajar dari suatu kompetensi ke kompetensi berikutnya. Tingkat penguasaan kompetensi individu secara tuntas dalam maju berkelanjutan menentukan jenis dan tingkat kompetensi berikutnya serta bahan belajar lainnya yang harus ditempuh.

Ketuntasan belajar dicirikan dengan hal-hal sebagai berikut:

  1. Keberhasilan peserta didik menyelesaikan serangkaian tes, baik tes formatif, tes sumatif, maupun tes keterampilan mencapai tingkat keberhasilan rata-rata 60%.
  2. Tutor mendata setiap keberhasilan tersebut dihubungkan dengan kompetensi dasar dan standar kompetensi yang ditetapkan oleh kurikulum, tingkat ketercapaian kompetensi ini sebaiknya minimal 60 sampai 80%.
  3. Ketercapaian keterampilan vokasional atau praktek bergantung pada tingkat resiko dan tingkat kesulitan. Ditetapkan sebesar 60 sampai 80%.
  1. 7. Kenaikan tingkat dan Kelulusan

Kenaikan tingkat dilaksanakan pada setiap akhir tahun ajaran. Kriteria kenaikan tingkat diatur oleh Direktorat Teknis terkait.

Sesuai dengan ketentuan PP 19/2005 Pasal 72 Ayat (1), peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan kesetaraan setelah:

  1. menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
  2. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan;
  3. lulus ujian satuan pendidikan nonformal  untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; dan
  4. lulus Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan.
  1. 8. Penjurusan

Penjurusan dilakukan pada tingkat mahir 1 setara kelas XI dan XII di SMA/MA. Kriteria penjurusan diatur oleh direktorat teknis terkait.

D.  Kalender Pendidikan

Kalender pendidikan kesetaraan merupakan pengaturan kegiatan pembelajaran dalam satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif, hari libur nasional, dan ujian nasional. Kalender pendidikan ini merupakan rambu-rambu bagi penyelenggara pendidikan kesetaraan untuk mengatur kegiatan pembelajaran yang sesuai kebutuhan peserta didik.

  1. 1.      Permulaan tahun ajaran dimulai bulan Juli setiap tahun.
  2. 2.      Peserta didik dapat mengikuti kegiatan pembelajaran sesuai dengan kesempatan yang dimiliki masing-masing dengan memperhatikan beban belajar dan cara menempuhnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  3. 3.      Minggu efektif belajar merupakan penjadwalan layanan tutorial dalam rangka pendalaman materi belajar yang disediakan oleh lembaga penyelenggara.
  4. 4.      Waktu pembelajaran efektif diperhitungkan sesuai dengan waktu pencapaian SKK masing-masing kurikulum program pendidikan kesetaraan.
  5. 5.      Hari libur nasional yang dimaksud sesuai dengan ketetapan.
  6. 6.      Ujian nasional dilaksanakan dalam dua periode setiap tahun sesuai dengan prosedur operasional standar (POS) ujian nasional.

BAB IV

PENGEMBANGAN SILABUS

  1. A. Prinsip Pengembangan Silabus
    1. Mempertimbangkan beban belajar dengan pola SKK
    2. Memperhatikan Strategi perlaksanaan pembelajaran pendidikan kesetaraan (tutorial, mandiri)
    3. Ilmiah

Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmuan.

  1. Relevan

Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spiritual peserta didik.

  1. Sistematik

Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.

  1. Konsisten

Adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian.

  1. Mamadai

Cakupan indikator, materi pokok, perngalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapian kompetensi dasra.

  1. Aktual dan kontekstual

Cakupan indikator, materi pokok, perngalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata dan peristiwa yang terjadi.

  1. Fleksibel

Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.

10.  Menyeluruh

Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, dan psikomotor)

  1. B. Unit Waktu Silabus
    1. Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi  waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan
    2. Penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester, per tahun, dan alokasi waktu mata pelajaran  lain yang sekelompok.
    3. Implementasi pelajaran per semester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar untuk mata pelajaran dengan alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum.
  1. C. Pengembang Silabus

Pengembang silabus dilakukan oleh tim pengembang KTSP yang ditetapkan dengan surat keputusan (SK) kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota pada satuan pendidikan nonformal.

  1. D. Langkah-langkah Pengembangan Silabus
    1. Mengkaji Standar kompetensi dan Kompetensi Dasar

Mengkaji Standar kompetensi dan Kompetensi Dasar sebagaimana tercantum pada            standar isi, dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Urutan berdasarkan hierarki kosep disiplin ilmu dan/ tingkat kesulitan, tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI.
  2. Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran.
  3. Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran.
  4. Mengidentifikasi Materi Pokok/ Pembelajaran

Mengidentifikasi Materi Pokok/ Pembelajaran yang menunjang pencapaian kompetensi dasar dengan mempertimbangkan :

  1. Potensi warga belajar
  2. Relevansi dengan karakteristik daerah
  3. Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual warga belajar
  4. Kebermanfaatan bagi warga belajar
  5. Struktur keilmuan
  6. Aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran
  7. Relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan
  1. Menganalisis beban belajar

Dalam menganalisis beban belajar perlu diidentifikasi SK/KD yang akan dibelajarkan dengan tatap muka, tutorial, dan mandiri dengan memperhatikan bobot SKK dari masing-masing SK/KD.

  1. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar warga  belajar, warga belajar dengan tutor, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada warga belajar. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai oleh wartga belajar.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangakan kegiatan pembelajaran  adalah sebagai berikut :

  1. Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik, khususnya tutor, agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional.
  2. Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan  yang harus dilakukan oleh tutor secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar.
  3. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran.
  4. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencermninkan pengelolaan pengalaman belajar warga belajar, yaitu kegiatan warga belajar dan materi.
  1. Merumuskan Indikator pencapaian Kompetensi

Indikator merupakan Penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan prilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Indikator dikembangakan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dsan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/ dapat diobservasi. Indikator digunakan sebagai  dasar untuk menyusun alat penilaian.

  1. Penentuan Jenis Penilaian

Penialaian pencapaian kompetensi dasar warga belajar dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakuakan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/ produk, penggunaan protofolio dan penilaian diri.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penialaian ;

  1. Penialaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi.
  2. Penilaian menggunkan acuan kriteria, yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan pesertra didik setelah mengikuti proses permbelajaran, dan bukan untuk menentukan posisis seseorang terhadap kelompoknya.
  3. Sistem yang direncanakan adalah Sitem penialaian yang berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indiklator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang tewlah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan warga belajar.
  1. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. Tindak lanjut berupa perbaiakan proses pembelajaran berikutnya, program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya dibawah kriteria ketuntasan, dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan.
  2. Sistem penialaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang  ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatanj tugas observasi lapangan maka evaluasi diberkan baik proses (keterempilan proses) misalnya, teknik wawancara, maupun produk/ hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan.
  1. Menentukan Sumber Belajar

Sumber belajar adal;ah rujukan, ojek dan/ bahan yang digunakan untukj kegiatan pembelajaran, yang berupa media cetak dan elektronik, narasumber serta lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/ pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan indikator pencapaian kompetensi.

Contoh Model Silabus :

Dalam menyusun silabus dapat memilih salah satu format yang ada di antara dua format yakni format tabel dan tidak berdasarkan tabel.

  1. Pengembangan Silabus Berkelanjutan

Dalam implementasinya, silabus dijabarkan dalam rencan pelaksanaan pembelajaran, dilaksankan, dievaluasi, dan ditindak-lanjuti oleh masinh-masing guru.

Silabus harus dikaji dan dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan masukan hasil evaluasi, hasil belajar, evaluasi proses (pelaksanaan pembelajaran) dan evaluasi rencana pembelajaran.

BAB V

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Dalam rangka mengimplementasikan program pembelajaran yang sudah dituangkan didalam silabus, tutor harus menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). RPP merupakan pegangan bagi tutor dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium, dan/ lapangan untuk setiap kompetensi dasar (KD). Oleh karena itu, apa yang tertuang di dalam RPP memuat hal-hal yang langsung berkait dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian kompetensi dasar. Langkah-langkah penyusunan RPP sebagai berikut.

  1. 1. Mencantumkan identitas
  • Nama lembaga
  • Mata pelajaran
  • Tingkat/ derajat
  • Setara kelas/ semester
  • Standar kompetensi
  • Kompetensi dasar
  • Indikator
  • Alokasi waktu

Catatan :

-       RPP disusun untuk satu kompetensi dasar atau lebih

-       Standar kompetensi, kompetensi dasar, dan indikator dikutip dari lampiran Standar Isi atau silabus yang disusun tim pengembang KTSP.

  1. 2. Merumuskan tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran berisi penguasaan kompetensi yang operasional yang ditargetkan/ dicapai dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Tujuan pembelajaran dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang operasional dari kompetensi dasar. Apabila rumusan kompetensi dasar sudah operasional, rumusan tersebutlah yang dijadikan dasar dalam merumuskan  tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran dapat terdiri atas sebuah tujuan atau beberapa tujuan.

  1. 3. Mencantumkan Materi Pembelajaran

Materi pembelajaran adalah materi yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Materi pembelajaran dikembangkan dengan mengacu pada materi pokok yang ada dalam silabus.

  1. 4. Mencantumkan metode Pembelajaran

Metode dapat diartikan banar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/ strategi yang dipilih.

  1. 5. Mencantumkan Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

Untuk mencapai suatu kompetensi dasar harus dicantuymkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan. Pada dasarnya, langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan pendahuluan/ pembukaan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Akan tetapi, dimungkinkan dalam seluruh rangkaian kegiatan sesuai dengan karakteristik model yang dipilih, menggunkan urutan sintaks sesuai dengan modelnya. Oleh karena itu, kegiatan pendahuluan/ pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup tidak harus ada dala setiap pertemuan.

  1. 6. Mencantumkan Sumber Belajar

Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dala silabus yanmg dikembangkan oleh satuan pendidikan. Sumber belajar mencakup sumber rurjukan, lingkungan, media, narasumber, alat dan bahan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional. Misalnya, sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referens, dalm RPP harus dicantumkan judul buku teks tersebut, pengarang, dan  halaman yang diacu.

  1. 7. Mencantumkan Penilaian

Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian, bentuk instrumen, dan instrumen yang dipakai untuk mengumpulkan data. Dalam sajiannya dapat dituangkan dalam bentuk materi horisontal atau vertikal. Apabila penilaian menggunakan teknik tes tertulis uraian, tes unjuk kerja dan tugas rumah yang berupa proyek harus disertai rubrik penilaian.

  1. B. Format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

SMP/MTS/Paket B                             :           …………………..

Mata Pelajaran                                    :           …………………..

Kelas/ Semester                                   :           ………………….

Standar kompetensi                            :           ………………….

Kompetensi Dasar                               :           ………………….

Indikator                                             :           …………………..

Alokasi waktu                                     :           ………. x  ……. menit (…… pertemuan)

  1. Tujuan pembelajaran
  2. Materi pembelajaran
  3. Metode pembelajaran
  4. Langkah-langkah- kegiatan pembelajaran

Pertemua I

Pertemuan II

Dst

  1. Sumber belajar
  2. Penilaian

BAB  VI

DESKRIPSI TENTANG PERANGKAT PEMBELAJARAN

  1. A. Pendahuluan

Perangkat pembelajaran adalah keseluruhan administrasi tentang porogram pembelajaran yang merupakan pegangan tutor dalam melaksanakan pembelajaran. Sebagai pegangan tutor, perangkat pembelajaran adalah produk dari hasil keseluruhan proses pengembangan rancangan pembelajaran yang siap diterapkan terhadap proses pembelajaran warga belajar.

Sebagai produk utuh dari suatu proses pengembangan rancangan pembelajaran, perangkat pembelajaran merupakan gambaran penyesuaian dari berbagai aspek termasuk waktu efektif setahun, yang dialokasikan pada program tahunan, semesteran dari keseluruhan kompetensi dasar yang akan dicapai yang terdapat dalam standar kompetensi  (SI)  yang telah dikembangkan dalam silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

  1. B. Hal-hal yang perlu disiapkan sebagai perengkat pembelajaran
    1. Perhitungan Pekan Efektif

Pekan efektif yang dimaksudkan adalah beberapa pekan dalam tahun pelajaran dialokasikan pada proses pembelajaran. Teknis perhitungan pekan efektif adalah jumlah pekan dalam satu tahun pelajaran dikurangi pekan yang tidak efektif. Pekan efektif yang diperoleh dari perhitungan tersebut dialokasikan pada proses belajar mengajat efektif, ulangan per kompetensi dasar mid semester, ulangan semester dan waktu jedah setiap akhir semester.

  1. Program tahunan

Program tahunan yaitu suatu rencana pelaksaan pembelajaran yang akan dilaksanakan dalam satu tahun pelajaran yang berisi pengalokasian Standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang ingin dicapai dengan alokasi waktu yang telah ditentukan pada silabus. Pada dasarnya program tahunan adalah pembagian jumlah SK dan KS yang  akan dicapai kedalam semeseter I (ganjil) dan semester II (genap).

  1. Program semester

Program semester yaitu pengalokasian waktu dalam satu semester dengan memperhatikan pekan efektif  yang dalam satu semester. Pada program semester paling tidak memuat SK, KD, maetri pokok, alokasi serta penetapan kapan SK, KD dan materi pokok itu akan dipel;ajari oleh warga belajar.

  1. Silabus

Dalam perangkat pembelajaran, tutor tentunya memiliki silabus yang telah dikembangkan oleh tutor sendiri atau bersama dengan tutor pada mata pelajaran sejenis di Forum Tutor Mata Pelajaran (FTMP), karena silabus adalah acuan yang utama dalam pelaksanaan pembelajaran. Penjelasan tentang silabus telah diuraikan pada  bab terdahulu.

  1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dikembangkan berdasarkan silabus. RPP memuat identitas yaitu: satuan pendidikan, mata pelajaran, tingkat/derajat, atau setara dengan kelas, waktu yang digunkan. Selain tiu juga dicantum tujuan pembelajaran, KD, indikator yang ingin dicapai, materi pokok, media belajar, rincian kegiatan pembelajaran yang dialokasikan pada waktu efektif setiuap kali pertemuan.

Penjelasan rinci tentang silabus dapt diperhatikan pada bab terdahulu.

BAB VI

PENUTUP

Demikian acuan ini dibuat untuk memudahkan pelaksanaan sekaligus memberikan rujukan teknis dalam pelaksanaan pengelolaan kelompok belajar Pendidikan Kesetaraan program Paket A, B dan C. Semua pihak, pemerintah, perusahaan-perusahaan swasta, organisasi sosial dan keagamaan, masyarakat, pendidik dan tenaga kependidikan dan peserta didik diharapkan dapat berperan aktif dalam mensukseskan pelaksanaan Pendidikan Kesetaraan tersebut.

  1. Encep SP,Drs.MMPd.
    25 Juni 2010 pukul 14:20 | #1

    wilujeng sukses, u pengembangan qt kolaborasi program extra kul ,terutama kompetensi pengembagan diri dg ciri kompetensi lokal

  2. 17 Mei 2012 pukul 17:54 | #2

    hatur nuhun KTSPnya, jd literasi bwt sy. sukses slalu Pak ….

  3. Moses Tokan
    16 November 2012 pukul 16:31 | #3

    Mantap pak…..kurikulum KTSP OK banget…..semoga sukses

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: