Beranda > Artikel, Pendidikan > APLIKASI MODEL-MODEL PEMBELAJARAN

APLIKASI MODEL-MODEL PEMBELAJARAN

RESOURCEAPLIKASI MODEL-MODEL PEMBELAJARAN

Disusun oleh:

Ading Mulyadi, S.Pd

Dra. Hj. Susi Susilawati, M.Pd

Proses pembelajaran merupakan kegiatan implementasi kurikulum yang dikembangkan melalui kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dokumen perencanaan berupa silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) memerlukan proses analisis dalam penyusunannya terutama meliputi analisis Standar Isi, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Proses, dan rujukan-rujukan lainnya yang relevan.

Selebihnya baca disini…

Apakah pendidikan? Pendidikan diselengarakan sebagai proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang ber­langsung sepanjang hayat.

UU. No. 20/2003: Sisdiknas, pasal 4 ayat 3

Apakah pembelajaran ?

Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik

Standar Nasional Pendidikan (SNP) pasal 19 ayat 1

Apa  Standar Proses?

Standar proses berisi kriteria minimal proses pembelajaran pada sa­tuan pendidikan dasar dan menengah di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Bagaimana melaksanakan pembelajaran? Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pem­belajaran untuk mencapai KD yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, me­motivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativi­tas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuai­kan dengan karakteristik peserta didik dan mata pela­jaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.

Eksplorasi Melalui beragam pendekatan dengan menggunakan beragam media pembelajaran dan sumber belajar, siswa aktif menggali informasi, melakukan percobaan, serta berinteraksi dengan siswa lainnya, guru, lingkungan, dan sumber belajar
Elaborasi Melalui pemberian tugas-tugas yang bermakna, siswa berpikir, berdiskusi, menganalisis, menyelesaikan masalah, bertindak tanpa rasa takut, membuat laporan eksplorasi yang dilakukan balik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok

Guru memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa per­caya diri peserta didik melalui kegiatan pamer­an, turnamen, festival, serta produk yang diha­silkan; sehingga siswa

berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar.

Konfirmasi Guru memberikan umpan balik positif dan penguatan

konfirmasi terhadap hasil eksplo­rasi dan elaborasi peserta didik. Guru memfasilitasi peserta didik

melakukan refleksi dan memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar

Apa Pendekatan Pembelajaran? Pendekatan

Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Istilah pendekatan merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. Oleh karenanya strategi dan metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran dapat bersumber atau tergantung pada pendekatannya. Roy Killen dalam  Wina Sanjaya (2006) membagi pendekatan pembelajaran menjadi dua jenis yaitu :

  • Pendekatan berpusat pada guru

Pendekatan pembelajaran berpusat pada guru menurunkan strategi pembelajaran langsung (Direct instruction), pembelajaran deduktif, dan pembelajaran ekspositori.

  • Pendekatan pembelajaran berpusat pada siswa.

Pendekatan berpusat pada siswa melahirkan strategi discovery, inkuiri dan induktif.

Apa Strategi Pembelajaran? Strategi

Pada mulanya istilah strategi digunakan dalam dunia militer yang diartikan sebagai cara penggunaan seluruh kekuatan militer untuk memenangkan suatu peperangan. Dalam menyusun strategi perlu memperhitungkan berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. J.R David (1976) dalam wina Sanjaya (2006) menyatakan bahwa dalam dunia pendidikan, istilah strategi diartikan sebagai a plan, method, or series of activities designed to achieves a particular educational goal. Dengan pendapat itu, Syaiful Sagala (2006) menyatakan bahwa strategi pembelajaran diartikan sebagai perencanaan yang berisi rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Ada dua hal yang patut kita cermati dari pengertian di atas. Pertama, strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya/ kekuatan dalam pembelajaran. Hal ini berarti bahwa penyusunan suatu strategi belum sampai pada tindakan. Kedua, arah dari semua penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan dengan kata lain, tujuan adalah rohnya dalam implementasi suatu strategi. Sehingga, penyusunan langkah-langkah pembelajaran, pemanfaatan berbagai fasilitas dan sumber belajar semuanya diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan. Oleh sebab itu, sebelum menentukan strategi, perlu dirumuskan tujuan yang jelas yang dapat diukur keberhasilannya.

Apa Metode Pembelajaran? Metode

Dalam rangka menjalankan strategi, maka diperlukan metode. Metode adalah upaya mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Dengan demikian, boleh jadi satu strategi pembelajaran menggunakan beberapa metode.

Oleh karena itu, strategi berbeda dengan metode. Strategi menunjuk pada sebuah perencanaan untuk mencapai sesuatu, sedangkan metode adalah cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan strategi. Strategi adalah a plan of operation achieving something, sedangkan metode adalah a way in achieving something.

Beberapa metode yang telah dikenal diantaranya :

  1. Metode ceramah
  2. Metode diskusi
  3. Metode demonstrasi
  4. Metode sosiodrama atau role playing
  5. Metode Karyawisata
  6. Metode Kerja kelompok
  7. Metode latihan
  8. Metode pemberian tugas
  9. Metode eksperimen
  10. Metode problem solving
  11. Metode simulasi

Apa Model Pembelajaran?

Model

Model pembelajaran diartikan sebagai suatu rencana mengajar yang memperlihatkan pola pembelajaran tertentu, dalam pola tersebut dapat terlihat kegiatan guru dan siswa, sumber belajar yang digunakan di dalam mewujudkan kondisi belajar atau sistem lingkungan yang memungkinkan siswa mampu belajar. Di dalam model pembelajaran terdapat karakteristik urutan tahapan kegiata guru dan siswa dalam peristiwa pembelajaran yang dikenal dengan sintaks. Di balik tahapan pembelajaran tersebut terdapat rasional yang merujuk pada suatu teori belajar tertentu. Rasional tersebut merupakan karakteristik yang membedakan satu model dengan  model lainnya (Indrawati, 2000). Dengan demikian suatu model memiliki empat karakteristik yaitu:

  1. Landasan teori
  2. Tujuan yang harus dikuasai siswa
  3. Sintak atau urutan langkah kegiatan guru-siswa
  4. Kondisi belajar atau sistem lingkungan pembelajaran

Joyce dan Weil (1996) dalam bukunya Model of Teaching telah menggolongkan model-model pembelajaran menjadai empat rumpun model pembelajaran.  Rumpun model pembelajaran tersebut antara lain adalah Rumpun Model-model Pembelajaran Pengolahan Informasi, Rumpun Model-model Pembelajaran Individual,

1. Rumpun Model-model Pembelajaran Pengolahan Informasi

Model-model pembelajaran dalam rumpun ini bertitik tolak dari prinsip-prinsip pengolahan informasi yaitu cara-cara manusia menanggapi rangsangan dari lingkungan, mengorganisasikan data, mengenali masalah dan mencoba mencari solusinya, serta mengmebangkan konsep-konsep dan bahasa untuk menangani masalah tersebut. Model dalam rumpun ini berhubungan dengan kemampuan pemecahan masalah, kemampuan intelektual secara umum, dan penekanan konsep serta informasi yang berasal dar disiplin ilmu secara akademis.

Berikut adalah jenis-mode-model pembelajaran yang termasuk rumpun pengolahan informasi:

Tabel. 1

Model – model Pembelajaran Pengolahan Informasi

No.

Jenis Model

Tujuan/ manfaat

1. Berfikir Induktif Model ini ditujukan untuk pembentukan kemampuan berfikir induktif yang banyak diperlukan dalam kegiatan akademik, dan diperlukan dalam kehidupan secara umum
2. Latihan Inkuiri Model ini dirancang untuk melibatkan siswa dalam berfikir sebab-akibat dan melatih mengajukan pertanyaan secara opic dan tepat
3. Concept attainment Dirancang untuk mengajarkan (pembentukan) konsep dan untuk membantu siswa menjadi lebih efektif dalam belajar konsep (kemampuan berfikir induktif)
4. Mnemonic (strategi mengingat dan menerima informasi) Model ini dirancang untuk membantu guru dalam menyajikan bahan pelajaran dan cara-cara membantu siswa baik secara individual maupun secara kooperatif dalam mempelajari informasi atau konsep
5. Perkembangan kognitif Model ini bertujuan untuk membantu guru dalam pembentukan kemampuan berfikir/ pengembangn intelektual  pada umumnya, khususnya berfikir logis. Kemampuan ini dapat diterapkan pada kehidupan sosial dan pengembangan moral
6. Advance Organizer Model ini dirancang untuk meningkatkan kemamapuan mengolah informasi dalam kapasitas untuk membentuk dan menghubungkan dengan pengetahuan baru pada struktur kognitif yang telah ada
7. Synectics Dirancang untuk membantu siswa  break set dalam kegiatan pemecahan masalah dan menulis untuk memperoleh pandangan baru terhadap suatu opic berdasarkan banyak hal dari lapangan

2. Rumpun Model-model Pembelajaran Individual

Model-model pembelajaran pada rumpun individual ini memfokuskan pada pengembangan pribadi. Model ini menekankan pada proses mengkonstruk dan mengorganisasi realita yang memandang manusia sebagai pembuat makna.

Beberapa model yang termasuk rumpun pembelajaran individual ini antara lain:

Tabel. 2

Model-model Pembelajaran Individual

No.

Jenis Model

Tujuan/ Manfaat

1. Pengajaran non Direktif Model ini menekankan pada kemitraan Guru-siswa. Guru berusaha membantu siswa memahami perannya dalam pendidikan mereka sendiri. Model ini juga menekankan pada pembentukan kemampuan belajar sendiri untuk mencapai pemahaman dan penemuan diri sendiri sehingga terbentuk konsep diri
2. Latihan kesadaran Model ini berguna untuk meningkatkan kemampuan/kapasitas seseorang dalam mengsplorasi dan menyadari pemahaman diri sendiri
3. Sistem Konseptual Model ini dirancang untuk meningkatkan kompleksitas pribadi dan feksibilitas
4. Pertemuan Kelas Model ini ditujukan untuk pengembangan pemahamn dan tanggungjawab pad diri sendiri dan kelompok sosialnya.

3.  Rumpun Model-Model Pembelajaran Sosial

Model-model pembelajaran rumpun sosial menggabungkan antara belaajr dan masyarakat. Kedudukan belajar di sini adalah bahwa perilaku kooperatif tidak hanya merupakan pemberi semangat sosial, tetapi juga intelektual. Sebaliknya tugas-tugas yang sering dilakukan dalam kehidupan sosial dapat dirancang untuk meningkatkan belajar/keakademisan.

Jenis model pembelajaran rumpun sosial antara lain:

Tabel. 3

Model-Model Pembelajaran Sosial

No

Jenis Model

Tujuan/Manfaat

1. Partner in learning / kerja kelompok Model ini dirancang untuk memberikan bimbingan kepada siswa untuk mendefinisikan/ menemukan masalah, menggali berbagai pandangan terhadap masalah, dan belajar bersama untuk menguasai informasi, ide, dan keterampilan yang secara simultan mengembangkan kompetensi sosial.
2. Jurisprudential Model ini dirancang untuk melatih kemampuan mengolah informasi dan menyelesaikan isu kemasyarakatan dengan kerangka acuan atau cara berfikir jurisprudential (ilmu tentang hukum-hukum manusia)
3. Role Playing (bermain peran) Model ini dirancang untuk mengajak siswa dalam menyelidiki nilai-nilai pribadi dan sosial melalui tingkahlaku mereka sendiri dan nilai-nilai yang menjadi sumber dari penyelidikan itu. Bermain peran juga membantu siswa mengumpulkan dan menata informasi mengenai isu-isu sosial, mengembangkan rasa empati kepada teman, dan mengembangkan keterampilan-keterampilan sosial siswa.

4. Rumpun Model-Model Pembelajaran Perilaku

Model-model pembelajaran pada rumpun ini didasarkan pada suatu pengetahuan yang mengacu pada teori perilaku seperti teori belajar, teori belajar sosial, modifikasi perilaku atau perilaku terapi. Model pembelajaran rumpun ini mementingkan penciptaan lingkungan belajar yang memungkinkan manipulasi penguatan perilaku secara efektif sehingga terbentuk pola perilaku yang dikehendaki.

Beberapa model pembelajaran pada rumpun ini antara lain :

Tabel.4

Model-Model Pembelajaran Perilaku

No.

Jenis Model

Karakteristik Model

1. Mastery learning, Direct Instruction, dan Social learning Theory Bahan-bahan yang akan dipelajari siswa dipecah e dalam unit-unit yang sederhana hingga yang kompleks. Bahan yang dipelajari siswa umumnya dipelajari secara individual melalui berbagai media
2. Self Control Model pembelajaran ini mengandalkan pada bagaimana siswa harus berprilaku dan siswa belajar dari dampak perilaku tersebut, serta mengendalikan lingkungannya sehingga perilaku tersebut dapat produktif.
3. Learning from simulation Dalam situasi tertentu, individu akan memodifikasi perilakunya sesuai  dengan masukan yang diterima dari lingkungan. Mereka akan menata lingkunagnnya dan pola-pola responnya dengan masukan-masukan dari lingkungan
4. The condition of learning Model ini menekankan pada hasil belajar : apa yang diharapkan dari tugas/fungsi instruksional guru.

Dimensi Pengetahuan Sebelum memilih dan menentukan model pembelajaran yang akan digunakan, perlu dipahami terlebih dulu mengenai jenis pengetahuan sesuai dengan pendapat Krathwohl (1999) dalam bukunya A Taxanomy for Learning, Teching and Assessing . Pengetahuan dibagi menjadi empat dimensi yaitu:

1. Pengetahuan Faktual

a. Pengetahuan Istilah

Pengetahuan istilah meliputi pengetahuan khusus label-label atau simbol-simbol verbal dan non verbal (contohnya kata-kata, angka-angka, tanda-tanda, gambar-gambar).

b. Pengetahuan Khusus dan Elemen-Elemennya

Pengetahuan khusus dan elemen-elemennya berkenaan dengan pengetahuan berbagai peristiwa, lokasi, orang, tanggal; sumber informasi, dan sebagainya.

2. Pengetahuan Konseptual

a. Pengetahuan Klasifikasi dan Kategori

Pengetahuan klsifikasi dan kategori meliputi kategori-kategori, divisi-divisi dan penyusunan yang digunakan dalam materi yang berbeda. Pengetahuan ini secara umum merefleksikan bagaimana para ahli berpikir dan menyelesaikan masalah mereka, dimana pengetahuan khusus menjadi penting dari masalah yang telah diselesaikan.

b. Pengetahuan Dasar dan Umum

Pengetahuan ini antara lain meliputi pengetahuan tentang hukum-hukum fisika dasar, pengetahuan dasar-dasar kimia yang relevan dalam proses  kesehatan

c. Pengetahuan Teori, Model dan Struktur

Pengetahuan teori, model dan struktur meliputi pengetahuan dasar, generalisasi, hubungan timbal balik yang jelas, pandangan yang sistematis tentang sebuah fenomena yang rumit, masalah, atau materi. Pengetahuan ini bersifat abstrak. Contoh:

-          pengetahuan hubungan timbal balik antara prinsip kimia sebagai dasar untuk teori kimia

-          pengetahuan struktur kongres secara keseluruhan (organisasi, fungsi)

-          pengetahuan evolusi

-          pengetahuan teori tektonik

-          pengetahuan model genetika (DNA)

3. Pengetahuan Prosedural

Pengetahuan prosedural merupakan pengetahuan bagaimana melakukan sesuatu yang dapat digambarkan sebagai rangakaian langkah-langkah.

a. Pengetahuan Keterampilan Umum – Khusus dan Algoritma

b. Pengetahuan Metoda dan Teknik Khusus

c. Pengetahuan Kriteria Untuk Menentukan Penggunaan Prosedur Yang Tepat

4. Pengetahuan Metakognitif

Pengetahuan metakognitif adalah pengetahuan mengenai pengertian umum maupun pengetahuan mengenai salah satu pengetahuan itu sendiri.

a. Pengetahuan Strategi

Pengetahuan strategi adalah pengetahuan strategi umum untuk mempelajari, memikirkan dan menyelesaikan masalah.

b. Pengetahuan Mengenai Tugas-tugas Kognitif, termasuk Pengetahuan Kontekstual dan Kondisional

Pengetahuan ini meliputi pengetahuan yang membedakan tugas-tugas kognitif yang tingkat kesulitannya sedikit ataupun banyak, bisa saja membuat sistem kognitif ataupun strategi kognitif

c. Pengetahuan Itu Sendiri

Pengetahuan ini meliputi kekuatan dan kelemahan dalam hubungannya dengan pengertian dan pembelajaran

Bagaimana memilih Model Pembelajaran? Tehnik Pemilihan Model Pembelajaran

Pemilihan  model pembelajaran sangat dipengaruhi oleh keempat karakteristik model secara umum. Salah satu karakteristik model pembelajaran yaitu adanya sintaks. Dalam kontek pembelajaran, terdapat dua komponen penting yaitu guru dan siswa yang saling berinteraksi. Pembelajaran merupakan pengorganisasian atau penciptaan atau pengaturan suatu kondisi lingkungan yang sebaik-baiknya yang memungkinkan siswa untuk belajar (Indrawati, 2000). Dalam konteks model pembelajaran, sintaks merupakan rentetan atau tahapan perbuatan/kegiatan guru-siswa dalam peristiwa pembelajaran. Rentetan kegiatan guru-siswa ini terjadi dari mulai awal pembelajaran sampai akhir pembelajaran yang meliputi:

  1. kegiatan pendahuluan,
  2. kegiatan inti (yang terdiri dari penyampaian informasi dan partisipasi peserta didik), dan
  3. kegiatan penutup (terdiri dari test dan kegiatan lanjutan).

Berkaitan dengan strategi pembelajaran, terdapat lima komponen umum strategi pembelajaran yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan pembelajaran yaitu :

  1. kegiatan pembelajaran pendahuluan
  2. penyapaian informasi
  3. partisipasi peserta didik
  4. tes
  5. kegiatan lanjutan.

Jika melihat kesamaan diantara sintaks dalam model pembelajaran dengan kelima komponen strategi, nampaknya cukup beralasan jika kita berpendapat bahwa terdapat hubungan yang sangat erat antara model pembelajaran dengan strategi pembelajaran.  Ketika membicarakan strategi pembelajaran, berarti kita membicarakan komponen-komponennya dengan pola-pola tertentu yang kita sebut model pembelajaran. Dan sebaliknya, jika kita membicarakan suatu model tertentu, berarti kita sedang membicarakan pengaturan pola-pola komponen strategi. Dengan demikian, hubungan antara model dengan strategi pembelajaran bisa saja  model ada di dalam strategi atau strategi ada di dalam model pembelajaran.

Dalam suatu pelaksanaan pembelajaran di kelas, strategi diterjemahkan dengan keseluruhan tindakan guru mulai dari masuk kelas untuk pelaksanaan pembelajaran sampai guru keluar kelas sebagai tanda selesai pembelajaran. Jika seluruh tindakan ini memperlihatkan langkah-langkah dengan pola tertentu yang teratur, itu dinamakan model pembelajaran.

Hal yang lebih penting kita bicarakan, dari pada membicarakan posisi model-strategi, adalah kriteria pemilihan model yang cocok untuk suatu materi pelajaran. Pemilihan model pembelajaran dapat kita adaptasi dari pertimbangan pemilihan strategi pembelajaran yang dikemukakan oleh Wina Sanjaya (2006) yaitu:

  1. Pertimbangan yang berhubungan dengan tujuan yang ingin dicapai

Pertanyaan-pertanyaan yang dapat diajukan adalah:

  1. Apakah tujuan pembelajaran yang ingin dicapai berkenaan dengan aspek kognitif, afektif atau psikomotor?
  2. Bagaimana kompleksitas tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, apakah tingkat tinggi atau rendah?
  3. Apakah untuk mencapai tujuan itu memerlukan keterampilan akademis?
  4. Pertimbangan yang berhubungan dengan bahan atau materi pembelajaran

Pertanyaan yang relevan antara lain:

  1. Apakah materi pelajaran itu berupa fakta, konsep, hukum, prosedur atau teori tertentu?
  2. Apakah untuk mempelajari materi tersebut memerlukan prasyarat tertentu atau tidak?
  3. Apakah tersedia buku-buku sumber untuk mempelajari materi itu?
  1. Pertimbangan dari sudut siswa

Pertanyaan yang relevan untuk kondisi ini antaralain:

  1. Apakah model yang dipilih sesuai dengan tingkat kematangan siswa?
  2. Apakah model pembelajaran itu sesuai dengan minat, bakat, dan kondisi siswa?
  3. Apakah model pembelajaran itu sesuai dengan gaya belajar siswa?
  1. Pertimbangan-pertimbangan lainnya
    1. Apakah model yang kita terapkan dianggap satu-satunya strategi yang dapat digunakan?
    2. Apakah model itu memiliki nilai efektifitas dan efisiensi ?

Berikut adalah contoh analisis pemilihan model pembelajaran:

Kelas/semester                     : VII/1

Standar Kompetensi             : Memahami prosedur ilmiah untuk mempelajari

benda-benda  alam dengan menggunakan peralatan

Kompetensi Dasar                : 1.3 Melakukan pengukuran dasar secara teliti

Dengan menggunakan alat ukur yang sesuai dan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari

Tujuan Pembelajaran : – Mampu menyebutkan berbagai jenis alat ukur

yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari

-   Mampu mendemonstrasikan cara-cara mengukur menggunakan jangka sorong

-   Mampu mengukur suatu benda dengan menggunakan jangka sorong

Materi Pelajaran                    : Penggunaan Jangka sorong untuk mengukur

Kita dapat menentukan model dan strategi yang cocok untuk materi tersebut di atas dengan menggunakan analisis sebagai berikut :

  1. Tujuan pembelajaran yang ingin dicapai berkenaan dengan dimensi psikomotor (cara menggunakan jangka sorong) dan kognitif (pengetahuan tentang bagain-bagian dan tehnik membaca skala pada jangka sorong)
  2. Kompleksitas materinya tinggi dan memerlukan keterampilan akademis, sehingga siswa dikhawatirkan tidak dapat mencapai kompetensi yang diharapkan
  3. Tujuan pembelajaran  berkaitan dengan bagaimana melakukan sesuatu, atau prosedural.
  4. Materi berupa dimensi prosedural yaitu penggunaan jangka sorong .
  5. Pada jenjang SMP kelas VII, siswa masih perlu bimbingan khusus dalam mengunakan suatu alat-alat dalam Fisika

Dengan menggunakan alasan dan hasil analisis pada hari sebelumnya, ternyata kita memerlukan  pendekatan yang berpusat pada guru, strategi pembelajaran langsung dan dengan menggunakan model pembelajaran langsung (direct instruction learning model). Dengan model ini, guru lebih dominan karena harus mencontohkan tentang cara-cara penggunaan jangka sorong untuk mengukur suatu benda. Kemudian siswa mencoba untuk menerapkan pengetahuannya dan kemudian mengembangkan sendiri pengetahuannya itu. Metode yang digunakan diantaranya metode ceramah, demonstrasi, penugasan dan latihan.

Pembelajaran Berbasis PAKEM

PAKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan menyenangkan. Secara garis besar PAKEM dapat digambarkan sebagai berikut:

  • Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat;
  • Guru menggunakan berbagai alat Bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa;
  • Guru mengatur kelas dengan memajang buku – buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’;
  • Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok;
  • Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkan siswa dalam menciptakan  lingkungan sekolahnya.

Terdapat 4 komponen dalam PAKEM, yaitu mengalami, interaksi, komunikasi, dan refleksi. Secara gambar dapat dijelaskan sebagai berikut:

PAKEM

Mengalami

Komunikasi

Interaksi

Refleksi

Gambar 1: Komponen PAKEM

  1. a. Mengalami

Gambar 2: Mengalami

Bentuk a.l.:
  • Melakukan pengamatan
  • Melakukan percobaan
  • Melakukan penyelidikan
  • Melakukan wawancara
  • Anak belajar banyak melalui berbuat
  • Pengalaman langsung mengaktifkan banyak indera
  1. b. Komunikasi

Gambar 3: Komunikasi

Bentuk a.l.:
  • Mengemukakan pendapat
  • Presentasi laporan
  • Memajangkan hasil kerja
  • Ungkap gagsan

Konsolidasi pikiran

Gagasan yang lebih baik berpeluang keluar

Dapat memancing gagasan orang lain

Bangunan makna siswa diketahui guru

  1. c. Interaksi

Gambar 4: Interaksi

Bentuk a.l.:
  • Diskusi
  • Tanya jawab
  • Lempar lagi pertanyaan
  • Kesalahan makna berpeluang terkoreksi
  • Makna yang terbangun semakin mantap
  • Kualitas hasil belajar meningkat
  1. d. Refleksi

Gambar 5: Refleksi

Perlu: Agar: Caranya?
  • Mengalami langsung
    • banyak indera yang terlibat sehingga proses membangun makna terbantu
  • pengamatan
  • berbuat, alat peraga
  • percobaan
  • (cara lain: … ?)
  • Komunikasi
    • makna terkomunikasikan kepada orang lain sehingga terbuka untuk mendapat tanggapan
  • pajangan
  • presentasi
  • laporan kelompok
  • menurutmu?
  • maksudmu?
  • (cara lain: … ?)
  • Interaksi
  • mempermudah pembangunan makna
  • persepsi atau makna yang keliru akan terkoreksi
    • belajar kelompok
    • lempar kembali pertanyaan Siswa
    • diskusi
    • (cara lain: … ?)
    • Refleksi
      • menyadari kekurangan dan kelebihan diri
      • makna yang terbangun menjadi semakin mantap
Umpan balik Guru:

  • mengapa demikian?
  • apa hal itu berlaku untuk …?
  • (cara lain: … ?)

Bentuk :
  • Memikirkan kembali apa yang diperbuat/dipikirkan

☺ mengapa demikian?

☺ apakah hal itu berlaku untuk …?

  • Untuk perbaikan gagasan/makna
  • Untuk tidak mengulangi kesalahan
  • Peluang lahirkan gagasan baru

Belajar = proses memproduksi gagasan, bukan mengkonsumsi gagasan orang lain.

Dengan demikian, guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritas atau haknya dalam membangun gagasan. Tanggung jawab belajar, memang berada pada diri siswa, tetapi guru bertanggung jawab dalam memberikan situasi yang mendorong prakarsa, motivasi, perhatian, persepsi, retensi, dan transfer dalam belajar, sebagai bentuk tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat. Hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan PAKEM adalah:

  1. Memahami sifat yang dimiliki anak;
  2. Mengenal anak secara perorangan;
  3. Memanfaatkan perilaku anak dalam pengorganisasian belajar;
  4. Mengembangkan kemampuan berfikir kritis, kreatif, dan kemampuan memecahkan masalah;
  5. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik;
  6. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar;
  7. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar;
  8. Membedakan antara aktif fisik dan mental.

A. Penutup

Dengan menggunakan langkah-langkah di atas, diharapkan kita sebagai pengajar mampu untuk melaksanakan pembelajaran dengan baik. Meski hal ini akan menjadi waktu tambahan bagi para guru untuk memilih pendekatan, strategi metode dan model yang pas buat pembelajaran. Jika kita sudah memahami karakteristik model pembelajaran dan karakteristik materi pelajaran, akan sangat mudah bagi kita untuk menentukan model dan strategi mana yang paling pas.

B. Daftar Pustaka

Dimyati dan Mudjiono.(2006). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Krathwohl.(1999). Taksonomi Bloom hasil review 1999. Jakarta.

Indrawati.(2000). Model-Model Pembelajaran IPA (tidak diterbitkan). Bandung: PPPG IPA

Sagala, Syaiful.(2006). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta

Sanjawa, Wina.(2006). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media.

Uno, Hamzah,B.(2007). Model Pembelajaran, menciptakan proses belajar mengajar yang kreatif dan efisien.

About these ads
  1. ulfi fitria
    12 Desember 2009 pukul 12:21

    kurang faham gimana pelaksanaan PAKEM d kelas .. kalo boleh pengen sintaknya

  2. Sugiarti
    3 Agustus 2010 pukul 08:02

    maaf minta tolong kirimi ke email u tahapan pembelajaran Mnemonik!!
    terima kasih bnyk/..

  3. 17 Desember 2010 pukul 15:56

    sudah lmyn bagus…
    kunjungi blog saya jg ya!!

  4. 11 November 2012 pukul 07:59

    isi blog nya bagus dan memberikan tambahan informasi

  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: